05 February 2026

Get In Touch

Harlah ke-100 NU Tak Dihadiri Presiden, Rais Aam, dan Sekjen

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Presiden Prabowo di peringatan Harlah ke-100 NU. (Liputan6.com/ Winda Nelfira(
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Presiden Prabowo di peringatan Harlah ke-100 NU. (Liputan6.com/ Winda Nelfira(

JAKARTA (Lentera)- Presiden RI Prabowo Subianto, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar , dan Sekjen PBNU Saifullah Yuwuf tak hadir dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran mereka. Ia mengatakan sebelumnya Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam peringatan puncak Harlah ke-100 tahun NU tersebut. 

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) juga telah nampak berjaga di lokasi beberapa jam sebelum Prabowo dijadwalkan hadir atau sebelum acara.

Dia juga menandaskan bahwa PBNU telah melakukan koordinasi teknis dengan pihak kepresidenan untuk mempersiapkan kehadiran Presiden dalam agenda puncak Harlah NU.

“Sejak kemarin sebetulnya sudah ada koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, seperti dengan Paspampres dan protokol istana dan lain-lain. Sejak kemarin sudah dilakukan hal-hal teknis yang memang diperlukan, untuk kehadiran beliau,” kata Gus Yahya melansir liputan6.

Namun, pada saat-saat terakhir Harlah resmi dimulai, Presiden Prabowo berhalangan hadir karena adanya tugas negara lain yang harus dijalankan.

“Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini,” katanya melansir liputan6.

Gus Yahya juga menjelaskan alasan ketidakhadiran Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia mengatakan pihaknya telah menerima kabar sejak Jumat malam bahwa Rais Aam mengalami masalah kesehatan.

“Mengenai Rais Aam, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi beliau mengalami kendala kesehatan. Sehingga beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir,” kata Gus Yahya.

Sebagai pengganti, amanat yang biasanya disampaikan oleh Rais Aam diwakilkan kepada salah satu Rais Syuriyah PBNU sekaligus Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

“Dan tadi dari khutbah yang biasa disampaikan oleh Rais Aam, diwakili oleh salah seorang Rais Syuriyah yaitu Profesor Doktor Kiai Haji Nasaruddin Umar, yang kebetulan juga adalah Menteri Agama Republik Indonesia,” ujarnya melansir cnnindonesia

Sementara itu untuk Gus Ipul, GUs Yahya juga mengatakan mungkin Gus Ipul yang juga menjabat Mensos itu memiliki kesibukan lain.

"Yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung 2021 yang lalu," kata Yahya. (*)


Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.