05 February 2026

Get In Touch

Siswa MTsN di Lumajang Jadi Korban Peluru Nyasar

Aparat kepolisian melakukan olah TKP di MTsN 1 Lumajang terkait peluru nyasar yang melukai seorang pelajar di madrasah setempat, Rabu (4/2/2026). (Antara)
Aparat kepolisian melakukan olah TKP di MTsN 1 Lumajang terkait peluru nyasar yang melukai seorang pelajar di madrasah setempat, Rabu (4/2/2026). (Antara)

LUMAJANG (Lentera) - Peluru nyasar melukai pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lumajang berinisial NS saat jam istirahat di lingkungan madrasah setempat, Rabu (4/2/2026).

Pelajar asal Dusun Krajan II, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang itu mengalami luka tembak di bagian paha kiri dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.

"Memang benar pelajar MTsN 1 Lumajang terluka akibat peluru nyasar. Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB dan saat jam istirahat sekolah," kata Kapolsek Lumajang Kota Iptu Edy Kuswanto Rabu (5/2/2026) melansir antara.

Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban bersama tiga temannya sedang berada di koridor gedung lantai dua asrama sekolah pada jam istirahat. Korban sempat mendengar suara letusan seperti senapan dari arah yang belum diketahui asalnya. 
"Korban merasakan kesakitan hebat di bagian paha kiri dan mengeluarkan darah," tuturnya.

Kemudian pihak madrasah membawa korban ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya proyektil peluru yang masih tertanam di paha korban.

"Saat kami mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD), memang benar terdapat luka yang diduga akibat tembakan di paha kiri korban. Rencananya korban akan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut," katanya.

Hingga kini, Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal peluru nyasar tersebut, termasuk jenis senjata yang digunakan.

"Kami masih mendalami kasus itu untuk mengetahui dari mana asal peluru dan jenis senjatanya. Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di madrasah itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Lumajang, Muhammad Safik, mengatakan peristiwa peluru nyasar sudah terjadi dua kali di sekolahnya. Safik mengungkapkan, peristiwa penembakan pertama terjadi setahun lalu.

Saat itu, sekolah sedang melakukan pembangunan lantai 2, yang jadi tempat tertembaknya siswi berinisial NS pada Rabu siang. Waktu itu peluru tidak tidak sampai mengenai korban dan hanya menyerempet telinga tukang yang tengah melakukan pembangunan. 
"Sebelumnya itu tidak kena, waktu itu tukang yang bangun gedung ini keserempet (peluru) di telinganya," kata Safik di MTsN Lumajang, Rabu (4/2/2026) melansir kompas. 

Meski demikian, Safik menyebut bahwa dua kali peristiwa tersebut bukan sebuah teror ke sekolahan. "Kalau teror saya rasa tidak mungkin," ujarnya. 

Dia mengatakan saat ini lebih fokus pada kesemuhan siswa yang menjadi korban dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.