06 February 2026

Get In Touch

AS dan Iran Akan Membahas Isu Nuklir di Oman

Presiden Iran Masoud Pezeshkian setuju melakukan perundingan dengan Amerika Serikat. (Reuters)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian setuju melakukan perundingan dengan Amerika Serikat. (Reuters)

SURABAYA (Lentera) - Amerika Serikat menyetujui permintaan Iran melakukan pembahasan isu nuklir di Oman pada Jumat (6/2/2026). Sebelumnya, pembahasan sebagai upaya meredam risiko serangan militer tersebut direncanakan di Turki.

Sebelumnya, Menlu Iran, Abbas Araghchi dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus AS Steve Witkoff serta Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump, di Istanbul, Turki pada Jumat (6/2/2026).

Namun, rencana itu berubah setelah Teheran meminta lokasi perundingan dipindahkan, serta menegaskan pembahasan yang hanya fokus pada isu Iran, tanpa melibatkan peserta regional.

Dari pihak Gedung Putih menyatakan dialog tetap akan berjalan pekan ini meski Iran meminta perubahan lokasi. Meski demikian juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump tetap mempertahankan opsi serangan militer apabila jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tetap menempuh jalur perundingan, meski disertai syarat tertentu.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, untuk melakukan negosiasi bebas dari ancaman dan tuntutan yang tidak masuk akal. Menempuh perundingan yang adil dan setara, berlandaskan prinsip martabat, kehati-hatian, dan kemaslahatan," tulis Pezeshkian di platform X pada Selasa (3/2/2026).

Dia menambahkan bahwa persetujuan untuk berunding diberikan setelah adanya permintaan dari negara-negara sahabat di kawasan.

"Perundingan ini akan dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional kami," kata Pezeshkian.

Meski menjabat sebagai presiden, kewenangan tertinggi di Iran berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebelumnya, Khamenei menyampaikan peringatan keras di Teheran bahwa setiap serangan AS terhadap Iran akan berujung pada konflik regional.

Dalam beberapa pekan terakhir, eskalasi meningkat setelah Trump mengirim armada militer AS ke kawasan Timur Tengah dan kembali mengancam Iran jika tidak bersedia berunding soal nuklir.

Sementara itu, Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, menyatakan Teheran akan menggempur Israel apabila Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.

"Jika Amerika menyerang, kami akan menggempur Israel," kata Shamkhani, seperti dikutip kantor berita Iran IRNA, Selasa (3/2/2026).

Shamkhani bicara demikian saat diwawancara oleh Al Mayadeen mengenai potensi serangan AS ke Iran. AS belakangan menyiagakan armada perang USS Abraham Lincoln dan jet-jet tempur di sekitar Iran. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.