05 February 2026

Get In Touch

Satu Abad NU, Gus Kikin: Mujahadah Kubro Jadi Momentum Penyatuan Warga Nahdliyin

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, ditemui usai meninjau kesiapan venue Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Kamis (4/2/2026) malam. (Santi/Lentera)
Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, ditemui usai meninjau kesiapan venue Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Kamis (4/2/2026) malam. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) melalui agenda Mujahadah Kubro pada 7-8 Februari 2026 di Kota Malang tidak sekadar seremoni keagamaan. Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan kegiatan tersebut juga sebagai momentum penyatuan warga Nahdliyin di tengah dinamika yang sempat terjadi.

"Sebetulnya ini momentum yang sangat penting. Satu abad usia NU ini momen monumental. Ada memang dinamika, tetapi khususnya di Jawa Timur, kami solid," ujar Gus Kikin, sapaan akrab Ketua PWNU Jatim ini, dikutip pada Kamis (5/2/2026).

Dikatakannya, soliditas itu tercermin dari komitmen 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se Jawa Timur yang kompak menyambut peringatan 1 abad NU. Dari kebersamaan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan peringatan yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan memiliki makna pemersatu.

"Itulah yang menjadikan ide kami menggelar Mujahadah Kubro. Ditambah juga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBMU) ada kegiatan di Malang, akhirnya kami satukan. Mudah-mudahan ini bisa menyatukan, dilandasi dengan menyatunya masyarakat di Kota Malang," tuturnya.

Gus Kikin menegaskan, Mujahadah Kubro menjadi media untuk memperkuat soliditas NU, khususnya di Jawa Timur. Momentum harlah, kata dia, dimanfaatkan untuk membangun kembali semangat persatuan dan ukhuwah di tengah dinamika yang sempat muncul.

"Acara harlah seperti ini digunakan untuk menambah soliditas, persatuan. Sekarang jadi menarik karena sempat ada dinamika, jadi akan membangun ukhuwah," katanya.

Ia menambahkan, dalam tradisi NU, yang lebih ditonjolkan bukan sekadar persatuan, melainkan ukhuwah atau persaudaraan. Nilai inilah yang ingin dihadirkan dalam Mujahadah Kubro peringatan satu abad NU.

Agenda Mujahadah Kubro juga diproyeksikan menjadi titik temu besar pengurus NU dari berbagai daerah. Gus Kikin menyebut, Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU dijadwalkan hadir, bersama PWNU dari seluruh Indonesia. "Insyaallah semuanya hadir. Terutama Pak Presiden RI insyaallah akan hadir," ungkapnya.

Ketika disinggung kemungkinan adanya islah di momentum tersebut, Gus Kikin meyakini pertemuan dalam suasana kebersamaan akan secara alami menghadirkan rekonsiliasi di antara warga Nahdliyin.

"Begitu kita nanti ngumpul, masak tidak islah. Ini kan momen orang-orang yang mestinya paling akrab, guyub. Itu yang kami tonjolkan," katanya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.