07 February 2026

Get In Touch

Bupati Situbondo Sebut Kerugian Banjir Bandang pada Januari Capai Rp 195 Miliar 

Warga terdampak banjir di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo pada Januari 2026 lalu. (foto:ist/dok.Kompas.com)
Warga terdampak banjir di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo pada Januari 2026 lalu. (foto:ist/dok.Kompas.com)

SITUBONDO (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Situbondo terus melakukan perhitungan dampak banjir pada Januari 2026, total sementara kerugiannya mencapai Rp 195 miliiar. 

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebutkan kerugian tersebut mencakup perbaikan infrastruktur Rp 52 miliiar dan kerusakan permukiman dan lingkungan Rp 25 miliiar. Juga ada sarana pasar Rp 40 miliiar, penurunan kapasistas sungai Rp 28 miliiar, kerusakan bangunan pendidikan Rp 35 miliiar, dan tempat ibadah Rp 15 miliiar. 

"Kalau tidak segera ditangani risikonya pasti lebih besar, secara ekonomi ini menjadi tantangan serius dalam konteks penanganan banjir," kata Rio mengutip Kompas.com, Jumat (6/2/2026). 

Menurutnya, upaya tanggap darurat sudah berjalin kerjasama yang baik dari aparat, pemerintah dan swasta. Banyak bantuan berdatangan sehingga kebutuhan jangka pendek tercukupi, namun untuk kebutuhan jangka panjang seperti perbaikan fasilitas umum masih jauh melampaui kemampuan penanganan darurat. 

Keterlambatan pemulihan, lanjutnya tidak hanya berdampak kepada layanan publik tetapi berpotensi memperbesar risiko ekonomi masyarakat. Rio juga menyampaikan, yang paling penting adalah menyampaikan kondisi rill setelah banjir bandang 21 Januari 2026 kepada pemerintah pusat. 

Pemerintah Kabupaten Situbondo membuka ruang dukungan, dengan berbagai skema dukungan pendanaan. 

"Dibangun langsung oleh pusat atau dananya ditransfer ke dua-duanya tidak masalah, yang penting insfrastruktur pendidikan, pertanian, jalan, jembatan, dan fasilitas publik bisa kembali semula," tandasnya. 

Pemkab Situbondo berharap ada atensi kebijakan, supaya perbaikan dan pemulihan paska banjir bisa teratasi. Apalagi Situbondo adalah wilayah dengan basis kebencanaan yang tinggi. 

"Seperti Sumatra dan Aceh, saya berharap ada atensi kebijakan terutama untuk wilayah dengan basis kebencanaan tinggi termasuk Situbondo," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.