14 March 2026

Get In Touch

Puncak Arus Mudik Bandara Juanda Diprediksi H-3 Lebaran dengan 50.888 Penumpang

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir saat pimpin upacara pembukaan Posko Lebaran di Bandara Juanda Sidoarjo, Jumat (13/3/2026). (foto:ist/Ant/Humas Bandara Juanda)
General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir saat pimpin upacara pembukaan Posko Lebaran di Bandara Juanda Sidoarjo, Jumat (13/3/2026). (foto:ist/Ant/Humas Bandara Juanda)

SIDOARJO (Lentera) - Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, jawa Timur, memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran atau pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 50.888 orang.

"Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+7 atau pada 29 Maret 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 51.461 orang," kata General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir dalam keterangannya di Sidoarjo melansir Antara, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,14 persen, dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Ia menilai, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh panjangnya masa libur Lebaran yang didahului libur Nyepi, serta adanya kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) dari pemerintah.

Sementara itu, menurutnya, hingga 9 Maret 2026 tercatat terdapat pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight sebanyak 136 penerbangan dari sejumlah maskapai.

Maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan antara lain, Lion Air sebanyak 24 penerbangan, Super Air Jet sebanyak sepuluh penerbangan, AirAsia 26 penerbangan, serta Citilink sebanyak 76 penerbangan.

Selain itu, dirinya menjelaskan bahwa Bandara Internasional Juanda telah mengoperasikan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 di Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2), pada Jumat (13/3/2026) hari ini, guna memantau arus mudik dan arus balik selama libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

"Posko tersebut mulai beroperasi pada hari ini (13/3) hingga 30 Maret 2026 atau selama 18 hari, mencakup periode H-8 hingga H+8 Lebaran," katanya.

Ia berharap, posko tersebut mampu mengendalikan penyelenggaraan angkutan udara agar tetap selamat, aman, nyaman, tertib, lancar dan teratur.

Selain itu, juga dapat berfungsi sebagai pusat informasi, pengumpulan data, sekaligus area pelayanan bagi para penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, pengoperasian posko tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan lain, diantaranya Satuan Tugas Pengamanan TNI AL dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda.

Kemudian Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI), maskapai penerbangan, perusahaan penanganan darat atau ground handling, Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.