15 March 2026

Get In Touch

Mudik Lebaran 2026, Tol Probolinggo-Situbondo Dibuka Gratis Mulai 14 Maret

Mudik Lebaran 2026, Tol Probolinggo-Situbondo Dibuka Gratis Mulai 14 Maret

PROBOLINGGO (Lentera) – Menjelang mudik Lebaran 2026, PT Jasamarga Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (JPB) membuka jalur tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) secara fungsional. 

Jalur tol sepanjang hampir 50 kilometer ini, dapat dilalui pengendara secara gratis mulai 14-29 Maret 2026. 

Direktur Utama PT JPB, Adi Prasetyo mengatakan, kebijakan pembukaan jalur fungsional tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kakorlantas Polri untuk menjamin kelancaran arus mudik Lebaran. 

"Sesuai SKB, kami melayani arus mudik mulai 14 Maret pukul 06.00 WIB hingga 29 Maret mendatang. Operasional fungsional diberlakukan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB," ujar Adi kepada Kompas.com dikutip, Jumat (13/3/2026). 

Ruas tol yang dibuka secara fungsional meliputi segmen Gending–Kraksaan, Kraksaan–Paiton, hingga Paiton–Besuki. Namun, terdapat pengaturan khusus untuk segmen terakhir. 

Adi menjelaskan, bahwa jalur dari Gending hingga Paiton dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan. 

"Untuk jalur Gending hingga Paiton bisa dilalui semua jenis kendaraan. Namun, dari Paiton menuju Besuki hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil guna mengantisipasi kepadatan di titik keluar," jelasnya. 

Pihak pengelola memperkirakan sekitar 150.000-160.000 kendaraan, akan melintas selama masa operasional fungsional tersebut. Jumlah ini meningkat sekitar lima persen, dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya. 

Meski progres fisik jalan telah mencapai sekitar 97 persen dan dilengkapi rambu lalu lintas yang memadai, Adi tetap mengimbau para pemudik untuk berhati-hati, terutama di ujung jalur tol. 

Ia menyebut, titik yang perlu diwaspadai berada di Simpang Susun Besuki yang langsung terhubung dengan jalan nasional di wilayah Situbondo Barat. 

"Titik yang perlu diwaspadai, adalah Simpang Susun Besuki yang bertemu langsung dengan jalan nasional wilayah Situbondo Barat. Jika terjadi penumpukan, kami telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus sejak dari wilayah Paiton," tegasnya. 

Pengendara juga diingatkan, untuk tetap mematuhi batas kecepatan serta rambu-rambu lalu lintas, meskipun jalur tol ini masih berstatus fungsional dan belum dikenakan tarif. 

Ada pun Tol Prosiwangi ditargetkan dapat beroperasi secara penuh, pada pertengahan tahun 2026 ini imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.