21 March 2026

Get In Touch

Cerita Mahasiswa Unair Asal Aceh: Tak Mudik, Cari Makna Rumah di Surabaya

Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh yang tahun ini memilih tetap tinggal di Surabaya saat Lebaran 2026.
Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh yang tahun ini memilih tetap tinggal di Surabaya saat Lebaran 2026.

SURABAYA (Lentera)- Bagi banyak mahasiswa perantau, momen Idulfitri selalu menjadi waktu yang paling ditunggu untuk pulang dan bertemu keluarga. Namun, cerita berbeda datang dari Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh yang tahun ini memilih tetap tinggal di Surabaya saat Lebaran 2026.

Ini adalah tahun pertama Wira merasakan Idulfitri jauh dari kampung halaman. Keputusan untuk tidak mudik, menurutnya, bukan hal yang mudah. Ia mengaku sudah memikirkannya sejak jauh hari, terutama karena libur kuliah yang singkat serta kondisi keluarga yang sedang berada di Jakarta.

“Iya, aku sudah memutuskan tidak pulang. Liburnya memang tidak terlalu lama, jadi aku memilih tetap di Surabaya,” ucapnya, Sabtu (21/3/2026).

Selain faktor waktu, lonjakan harga tiket pesawat saat Lebaran juga menjadi pertimbangan. Sebagai mahasiswa perantau, ia ingin lebih bijak mengatur pengeluaran sekaligus mencoba pengalaman baru, yakni merasakan Idulfitri di kota orang.

Wira mengaku, lebaran tanpa keluarga tentu memberikan rasa yang berbeda baginya. Jika biasanya ia menghabiskan waktu di rumah dengan memasak bersama keluarga, kini ia harus beradaptasi dan menciptakan suasana hangatnya sendiri.

“Setidaknya masih ada hal-hal yang bisa bikin aku nyaman, entah itu Lebaran bareng teman-teman di Surabaya atau hal lain yang sederhana,” tuturnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi itu mengaku belajar bahwa menjadi mahasiswa perantau berarti harus siap menghadapi berbagai situasi baru, termasuk merayakan hari besar jauh dari rumah.

Untuk mengisi momen Lebaran, Wira melaksanakan Salat Id di masjid kampus Universitas Airlangga. Ia juga berencana berkunjung ke Malang untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan teman-temannya.

Meski berusaha menikmati Idulfitri di Surabaya, Wira tetap merindukan suasana Lebaran di kampung halaman. Salah satu yang paling ia rindukan adalah tradisi membuat kue bersama keluarga selama bulan Ramadan.

Ia bahkan menyebut dirinya sebagai orang yang paling jago membuat kue kering dan bolu di rumah. Kenangan-kenangan kecil seperti itu, menurutnya, justru membuat makna Lebaran terasa lebih dalam.

Wira juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain yang tahun ini tidak bisa mudik. Ia mengajak mereka untuk tetap menikmati momen Lebaran, meskipun jauh dari keluarga.

“Memang awalnya terasa aneh dan sedih, tapi Lebaran di tempat baru itu juga seru. Kita bisa belajar tradisi daerah lain. Tapi yang paling penting, jangan lupa tetap video call dengan keluarga di rumah,” tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor:Widyawati

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.