08 April 2026

Get In Touch

Rupiah di Level Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Respons Bank Indonesia

Ilustrasi:nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. (REUTERS)
Ilustrasi:nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Nilai tukar rupiah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, ditutup di Rp17.095 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/4/2026). 

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk menstabilkan mata uang nasional, termasuk memanfaatkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) di pasar domestik maupun offshore.

"BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, (Domestic Non Deliverable Forward) DNDF maupun (Non-Deliverable Forward) NDF di offshore market," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam keterangan resmi, melansir Bloomberg, Selasa (7/4/2026). 

Ditambahkannya, konflik di Timur Tengah memiliki dampak dua arah. Lonjakan harga komoditas bisa menjadi angin segar bagi Indonesia sebagai negara eksportir, sehingga sebagian tekanan terhadap rupiah dapat teredam.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup di posisi terdepresiasi 0,33% di Rp17.095/US$, sekaligus mencatat rekor penutupan terlemah sejak Indonesia merdeka.

Anjloknya rupiah ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah global di atas US$100 per barel akibat eskalasi konflik AS-Israel terhadap Iran. Beberapa analis bahkan menilai skenario harga minyak menembus US$200 per barel tidak lagi mustahil.

Pelemahan rupiah ini juga sejalan dengan tekanan terhadap dolar Taiwan yang turun 0,09%, peso Filipina turun 0,46%.

Sebaliknya, sejumlah mata uang kawasan mencatat rebound, antara lain, yakni Yen Jepang naik 0,08%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dolar Singapura naik 0,14%, won Korea Selatan naik 0,70%, dan rupe India naik 0,18%.

Editor:Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.