Dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, DIY Terapkan Pendidikan Khas Kejogjaan Mulai Awal Mei
YOGYAKARTA (Lentera) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) mulai 4 Mei 2026. Program yang diinisiasi Sri Sultan Hamengkubuwono X ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.
Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa, mengungkapkan gagasan PKJ berakar dari pemikiran Gubernur DIY yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis budaya. Ia menyebut, konsep tersebut pertama kali disampaikan dalam pidato pengukuhan doktor kehormatan di Universitas Negeri Yogyakarta pada 2019.
"Ngarsa Dalem menjadi inspirasi utama dalam Pendidikan Khas Kejogjaan. Beliau menegaskan bahwa pendidikan harus diberi 'roh Jogja'," ujar Sutrisna, mengutip Kompas, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, terdapat 3 filosofi utama yang menjadi landasan PKJ, yakni Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti.
Sutrisna menjelaskan, wacana PKJ mulai dirumuskan sejak 2020 melalui kolaborasi antara Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Implementasinya kemudian dilakukan secara bertahap sejak 2022 di sejumlah sekolah.
Hasil uji coba menunjukkan capaian yang cukup positif. Berdasarkan pengukuran karakter dengan skala 1 hingga 5, rata-rata nilai peserta didik mencapai 4,1 atau masuk kategori sangat baik.
"Setelah proses uji coba selesai, Insya Allah tanggal 4 Mei nanti akan diresmikan dan diberlakukan di seluruh DIY," jelasnya.
Lebih lanjut, Sutrisna menambahkan perangkat pendukung PKJ telah disiapkan, termasuk buku ajar dan e-book yang dapat diakses secara luas oleh satuan pendidikan.
Dalam implementasinya, PKJ tidak akan menjadi mata pelajaran tersendiri. Nilai-nilai karakter dan muatan budaya akan diintegrasikan ke dalam seluruh mata pelajaran yang sudah ada.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dikpora DIY, Suci Rohmadi, menegaskan pendekatan ini dirancang agar pembentukan karakter berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Tujuan kita adalah membentuk generasi berkarakter ke-Jogja-an, atau Jalma Kang Utama. Yakni manusia yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Implementasi PKJ sendiri telah diuji di sejumlah sekolah, salah satunya SD Negeri Kasihan di Kabupaten Bantul yang mulai menerapkan konsep ini sejak akhir 2023.
Editor: Santi





.jpg)
