06 February 2026

Get In Touch

Pemkot Ubah Eks Hi-Tech Mal Jadi Science & Creative Hub

Gedung Eks Hi-Tech Mal Surabaya.
Gedung Eks Hi-Tech Mal Surabaya.

SURABAYA (Lentera)- Upaya menghidupkan kembali bangunan eks Hi-Tech Mal di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Gedung yang lama terbengkalai itu kini disiapkan bertransformasi menjadi pusat sains, teknologi, dan kreativitas berupa Science & Creative Hub.

Pada tahap awal revitalisasi, Pemkot memfokuskan perbaikan pada area basement dan lantai dasar. Pekerjaan meliputi pembenahan total fasad gedung, perkuatan pilar, serta penataan ulang ruang agar layak digunakan untuk berbagai aktivitas publik.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, mengatakan revitalisasi eks Hi-Tech Mal merupakan tindak lanjut arahan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan akan menyasar anak muda serta komunitas kreatif kota. Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang produktif yang mampu mewadahi pengembangan diri generasi muda.

“Pak Wali Kota rutin turun langsung ke lokasi. Tujuannya jelas, mengaktifkan kembali kawasan ini agar bisa dimanfaatkan anak-anak muda dan komunitas,” kata Iman, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, proses pengembangan dilakukan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida). Pemkot juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas.

Eks Hi-Tech Mal akan dikembangkan dengan konsep Science, Creative, and Technology Hub. Konsep ini dirancang untuk menjadikan kawasan THR sebagai pusat aktivitas berbasis teknologi informasi, riset, edukasi, dan industri kreatif.

Dalam mendukung ekosistem tersebut, Pemkot Surabaya berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan institusi, di antaranya Universitas Ciputra (UC) melalui Apple University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan dukungan Microsoft, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penguatan kegiatan riset.

Selain itu, KORIDOR Coworking & Creative Space yang saat ini berada di Gedung Siola direncanakan dipindahkan ke eks Hi-Tech Mal. Rumah Bahasa yang selama ini beroperasi di Balai Pemuda juga akan direlokasi ke kawasan tersebut dan dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan.

“Sejumlah organisasi kepemudaan seperti Komunitas Cak & Ning Surabaya, KONI, KORMI, hingga Karang Taruna juga akan berkantor di sini. Konsep besarnya adalah menjadikan kawasan ini sebagai self improvement center bagi masyarakat, khususnya anak muda Surabaya,” jelas Iman.

Pemkot menargetkan tahap awal operasional kawasan dapat dimulai pada Mei 2026. Namun, mengingat kondisi bangunan yang lama tidak difungsikan, revitalisasi dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Sementara lantai satu dan dua akan direvitalisasi pada tahap berikutnya. Secara keseluruhan, gedung eks Hi-Tech Mal memiliki lima lantai.

Basement akan dimanfaatkan sebagai area toko modern, food court, serta multifunction hall untuk kegiatan komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan identitasnya sebagai pusat toko IT, dilengkapi dengan area food and beverage seperti coffee shop.

Lantai satu dan dua akan difungsikan sebagai ruang organisasi kepemudaan, studio musik, serta pusat industri kreatif. Sementara di lantai tiga akan dikembangkan immersive space, yakni ruang audio visual interaktif untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni.

Tak hanya itu, berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari olahraga seperti paddle dan billiard, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal.

Di bagian belakang kawasan, Surabaya Expo Center (SBEC) yang berfungsi sebagai area konser saat ini sudah aktif dan menjadi magnet baru masyarakat. Sementara bekas kolam renang tengah diproses untuk dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer serta fasilitas olahraga lainnya.

"Dengan konsep tersebut, kami optimistis eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, dan destinasi baru bagi keluarga maupun generasi muda di jantung Kota Surabaya," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.