08 February 2026

Get In Touch

PWNU Jatim Apresiasi Muhammadiyah dan Gereja: Bantu Sukseskan Mujahadah Kubro di Kota Malang

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, dalam sambutannya pada Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU, Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (8/2/2026). (Santi/Lentera)
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, dalam sambutannya pada Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU, Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (8/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah, hingga pengurus gereja, di sekitar Stadion Gajayana, Kota Malang.

Pasalnya, seluruh pihak tersebut telah turut membantu kelancaran Mujahadah Kubro dalam rangka Puncak Harlah 1 Abad NU, Minggu (8/2/2026).

"Dalam kesempatan ini, kami juga sampaikan terima kasih kepada pengurus Muhammadiyah yang ikut menyumbang 10.000 bungkus konsumsi," ujar Gus Kikin, sapaan akrab Ketua PWNU Jatim ini, Minggu (8/2/2026).

Tak hanya itu, menurut Gus Kikin sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana turut menyiapkan snack, minuman, serta membuka lahan dan fasilitasnya sebagai tempat transit jamaah. Dukungan tersebut membantu mengurai kepadatan peserta yang memadati kawasan stadion sejak Sabtu (7/2/2026) malam.

Lebih lanjut, bentuk toleransi juga ditunjukkan para pengurus gereja di sekitar lokasi kegiatan. Gus Kikin juga menyebut, beberapa gereja membuka pintu selebar-lebarnya dan menyediakan fasilitas bagi peserta Mujahadah Kubro, bahkan menggeser jadwal kebaktian dari waktu semula demi kelancaran acara.

"Bahkan dengan arif penuh toleransi, menggeser waktu kebaktian dari jadwal yang seharusnya," kata dia.

Gus Kikin menyebut mujahadah yang dilaksanakan di Stadion Gajayana merupakan wujud nyata menyambut seruan muassis NU, Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, yang termuat dalam Mukadimah Qonun Asasi NU satu abad lalu. Yang menekankan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Kikin juga menyinggung kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah jamaah Mujahadah Kubro. Kehadiran kepala negara dinilainya bukan sekadar simbolik, melainkan menunjukkan relasi harmonis antara ulama dan umara.

"Ini menunjukkan menyatunya ulama dan umara sebagai modal penting menuju kejayaan bangsa," ujarnya.

Menurut dia, relasi yang harmonis tersebut memperlihatkan adanya ikatan kebangsaan yang erat antara warga NU dan pemegang mandat demokrasi di Republik Indonesia.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.