21 February 2026

Get In Touch

Harga Emas Anjlok, Terendah 2 Minggu Terakhir

Harga Emas Anjlok, Terendah 2 Minggu Terakhir

SURABAYA (Lentera) - Harga emas dan perak kembali jatuh dan menempati posisi paling rendah sejak 5 Februari atau dalam dua pekan terakhir. Pada perdagangan Selasa (17/2/2026), harga emas dunia turun 2,3% di level US$4.877 per troy ons. Pelemahan ini memperpanjang derita emas dengan melemah 3,3% dalam dua hari beruntun.

Penurunan harga emas ini seiring kabar damai dari Menteri Luar Negeri Iran, yang mengatakan kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa.

Sementara, pada perdagangan hari ini Rabu (18/2/2026) hingga pukul 06.27 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,004% di posisi US$4.877,06 per troy ons. Dengan demikian, harga emas turun lebih dari 2% pada Selasa karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran mendorong investor menjauh dari aset safe-haven, sementara dolar yang lebih kuat menambah tekanan untuk menjual.

Pada perdagangan Selasa (17/2/2026), indeks dolar AS (DXY) lompak dengan penguatan 0,25% di level 97,15. Dolar AS yang naik membuat emas batangan yang dihargai dalam mata uang tersebut lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

"Pasar bullish perlu diberi umpan fundamental baru secara berkala dan dengan pasar emas dan perak, belakangan ini kurang ada berita fundamental bullish baru untuk mendorong harga lebih tinggi," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals melansir cnbcindonesia Rabu (18/2/2026).

Dia mengatakan jika AS dapat menghindari serangan terhadap Iran, kecemasan pasar akan mereda dan itu akan berdampak negatif bagi emas dan perak sebagai aset safe-haven, dan hal yang sama berlaku untuk pembicaraan Rusia-Ukraina.

Sementara itu ada perkiraan bahwa harga emas akan berputar di sekitar US$5.000/ons pada kuartal I 2026. Dalam Laporan Logam Triwulanan Kuartal I 2026, Kepala Riset Sucden Financial, Daria Efanova, dan Analis Riset Senior, Viktoria Kuszak, mengatakan bahwa harga emas batangan telah bergeser dari reli yang didukung secara fundamental ke fase yang lebih didorong oleh momentum.

"Kami memperkirakan emas akan terkonsolidasi hingga akhir Kuartal I 2026, dengan pergerakan harga tetap volatil dan dua arah setelah koreksi akhir Januari," tulis para analis dalam analisis triwulanan terbaru perusahaan.

Meskipun terjadi penurunan beberapa hari terakhir, harga emas tetap naik lebih dari 6% secara bulanan dan lebih dari 72% secara tahunan, meskipun masih di bawah puncaknya pada Januari di atas US$5.600 per troy ons. Perak, yang telah naik hampir 137% secara tahunan, tetap lebih volatil, mencerminkan peran gandanya sebagai logam investasi dan industri.

Sucden mengatakan reli emas semakin menjadi cerminan yang lebih luas dari ketidakpastian makro dan kebijakan.

"Emas telah menjadi ekspresi yang lebih luas dari ketidakpercayaan makro dan kebijakan, bahkan ketika pergerakan harga jangka pendek didominasi oleh aliran spekulatif," catat laporan tersebut.

Para analis menambahkan bahwa permintaan investasi yang kuat terus memberikan bantalan terhadap penurunan harga, bahkan ketika volatilitas yang didorong oleh posisi meningkat. Pada tahun 2025, total permintaan emas melebihi 5.000 ton untuk pertama kalinya dalam sejarah, didukung oleh pembelian bank sentral dan arus masuk ETF yang kuat.

Sucden mengatakan aksi jual pada akhir Januari, yang sempat mendorong harga emas mendekati US$4.500 per troy ons, mengatur ulang posisi setelah harga naik di atas US$5.400 per troy ons. Perusahaan tersebut memperkirakan perdagangan dua arah lebih lanjut hingga akhir kuartal, dengan penurunan harga berfungsi untuk mengkalibrasi ulang eksposur spekulatif daripada menandakan pembalikan struktural.

Meskipun risiko resesi yang terkait dengan lemahnya pasar tenaga kerja dan ketegangan geopolitik tetap menjadi fokus, pandangan dasar Sucden menunjukkan konsolidasi daripada penurunan yang berkelanjutan. Untuk saat ini, peran emas sebagai perdagangan momentum dan aset safe-haven tradisional tampaknya menjaga harga tetap berada di dekat ambang batas US$5.000 per troy ons.

Harga perak juga kembali melemah dalam sesi dua hari beruntun.
Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Selasa (17/2/2026), turun 4,08% di level US$73, 46 per troy ons. Penurunan tersebut membuat emas total kehilangan 5,1% daam dua hari.

Sementara pada perdagangan hari ini Rabu (18/2/2026) hingga pukul 06.xx WIB, harga perak di pasar spot melemah 0,003% di level US$73,43 per troy ons. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.