05 March 2026

Get In Touch

Jelang Dies Natalis ke-58, Ubaya Tambah 10 Profesor Baru

Pengukuhan 10 guru besar baru Ubaya.
Pengukuhan 10 guru besar baru Ubaya.

SURABAYA (Lentera)– Universitas Surabaya (Ubaya) menambah 10 guru besar baru dari lima fakultas berbeda dalam rapat senat terbuka yang digelar di Lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Tenggilis, Selasa (3/3/2026). Dengan pengukuhan tersebut, jumlah profesor aktif di Ubaya kini mencapai 36 orang.

Pengukuhan ini berlangsung menjelang peringatan dies natalis Ubaya ke-58 pada 11 Maret 2026. Sepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang hukum, farmasi, teknik, teknobiologi, serta bisnis dan ekonomika, dengan spektrum keilmuan mulai dari anti pencucian uang, karakterisasi herbal, kecerdasan buatan, hingga manajemen keuangan berkelanjutan.

Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati, S.H., M.Hum. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme. Dalam orasinya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi pengaturan pembawaan uang tunai dan pembatasan transaksi kartal untuk memperkuat rezim pencegahan kejahatan keuangan.

Lima profesor berasal dari Fakultas Farmasi. Prof. Dr. apt. Oeke Yunita, S.Si., M.Si. membahas evolusi karakterisasi herbal berbasis sains dari teknologi omik menuju artificial intelligence. Prof. Dr. apt. Amelia Lorensia, S.Farm., M.Farm-Klin menyoroti peluang uji klinis terapi asma baru untuk perawatan yang lebih personal. Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., SpFRS. mengangkat isu resistensi antibiotik dalam biomedis klinis. Prof. apt. Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. membahas pentingnya chemical marker dalam standardisasi pengembangan fitofarmaka Indonesia.

Dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Prof. Dr. Felizia Arni Rudiawarni, S.E., M.Ak. mengupas fenomena intangible assets dan investasi riset dalam perspektif market-based accounting research. Sementara Prof. Dr. Werner R. Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP. mengangkat pengelolaan keuangan dan investasi untuk keberlanjutan perguruan tinggi.

Di bidang teknologi, Fakultas Teknik mengukuhkan dua guru besar. Prof. Dr. Joko Siswantoro, S.Si., M.Si., HCIA-AI., CADS. menyoroti peran algoritma Grey Wolf Optimizer dalam pembelajaran mesin modern. Prof. Lisana, S.Kom., M.Inf.Tech., Ph.D. membahas pemanfaatan generative artificial intelligence dalam pendidikan tinggi menuju konsep intelligent university.

Sementara dari Fakultas Teknobiologi, Prof. Dr.rer.nat. Sulistyo Emantoko Dwi Putra, S.Si., M.Si. mengangkat metilasi DNA sebagai biomarker prediktif dalam deteksi risiko penyakit.

Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, menyebut pengukuhan 10 profesor ini bukan sekadar capaian akademik personal, melainkan penguatan kapasitas institusi dalam kepemimpinan ilmiah dan hilirisasi riset.

“Dengan semakin banyaknya guru besar, kapasitas kolaborasi riset dan inovasi akan semakin kuat. Kami berharap lahir penelitian unggul serta solusi yang berdampak bagi masyarakat dan industri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., berharap para profesor dapat menjalankan peran sebagai agen perubahan, sekaligus mendorong peningkatan daya saing riset dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai multikultur yang menjadi karakter Ubaya, serta memastikan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan beriringan demi mendukung penciptaan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Dengan tambahan 10 guru besar ini, Ubaya memperluas kepakaran lintas disiplin yang dinilai strategis dalam menjawab tantangan global, mulai dari transformasi digital, kesehatan berbasis sains, hingga tata kelola keuangan berkelanjutan. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.