TUBAN (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak BBM dan elpiji di Jawa Timur dalam kondisi aman termasuk dalam menyonsong Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi, termasuk konflik di sejumlah negara penghasil minyak dunia.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pemerintah pusat terus mengambil langkah strategis untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Termasuk diantaranya menyiapkan berbagai skenario alternatif guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
“Pemerintah pusat terus berupaya mengambil langkah-langkah alternatif agar kebutuhan energi di Indonesia, termasuk BBM dan elpiji, tetap terpenuhi,” ujarnya usai meninjau pasar murah di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Kamis (5/3/2026).
Salah satu langkah yang tengah dikaji pemerintah adalah membuka opsi pembelian bahan baku minyak dan gas dari negara lain. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Selain itu, Khofifah menambahkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM saat ini sedang mengkaji kemungkinan pembelian bahan baku migas dari Amerika Serikat sebagai salah satu alternatif sumber pasokan.
“Ini menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji oleh Menteri ESDM, yakni pembelian bahan baku migas dari Amerika Serikat untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Khofifah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi. Pemerintah akan terus memastikan distribusi BBM dan elpiji berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. (*)
Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
