09 April 2026

Get In Touch

Wabup Sidoarjo Soroti Kualitas dan Drainase Ruas Jalan Suko–Sumberejo

Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana sidak pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo - Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, untuk memastikan hasilnya maksimal, Rabu (08/04/2026).
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana sidak pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo - Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, untuk memastikan hasilnya maksimal, Rabu (08/04/2026).

SIDOARJO (Lentera)  - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Suko–Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, pada Rabu (8/4/2026), 

Dalam sidak tersebut, ia menyoroti kualitas pekerjaan jalan sekaligus kondisi drainase, yang dinilai bisa menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah tersebut.

Dalam dialog langsung dengan Satgas jalan Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Mimik Idayana mempertanyakan spesifikasi pekerjaan yang seharusnya memiliki ketebalan tertentu sebelum dan sesudah pemadatan.

Ia menegaskan, ketebalan aspal jalan tersebut telah sesuai standar yaitu mulai dari 3 cm dan lapisan aspal telah sesuai yaitu menggunakan batu gragal, lapen dan aspal hotmix, serta mengingatkan agar kualitasnya tidak sampai kurang karena akan berdampak pada daya tahan jalan.

Ia mengingatkan, pengguna jalan agar kendaraannya yang melintas disesuaikan dengan kelas jalan dan tonasenya. Selain kualitas aspal, Mimik Idayana juga  menyoroti sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal, serta menemukan sejumlah saluran air yang tertutup urukan dan pengecoran tanpa mempertimbangkan aliran air.

Ia menyampaikan, jika saluran air tertutup maka air tidak memiliki jalur aliran dan hal tersebut dapat menyebabkan banjir.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta pemerintah desa dan pihak terkait untuk lebih serius dalam merencanakan pembangunan infrastruktur. Khususnya terkait sistem drainase.

Serta menegaskan, bahwa pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Penanganan saluran air diprioritaskan terlebih dahulu, karena pembangunan jalan tidak akan efektif jika tetap terjadi banjir, serta menyampaikan bahwa perencanaan harus jelas mencakup arah aliran air, panjang saluran, dan titik akhirnya," tegasnya.

Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak menutup saluran air secara sembarangan karena hal tersebut memperparah kondisi banjir, serta menyampaikan bahwa pembangunan tetap diperbolehkan selama dilengkapi dengan bak kontrol agar perawatan saluran tetap mudah dilakukan.

Selain itu, Mimik Idayana juga meminta, evaluasi terhadap ketinggian jalan dengan perhitungan matang agar tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya.

Sidak tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur, sekaligus mengatasi persoalan banjir.

Ditambahkannya, melalui perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan yang ketat, pembangunan jalan ke depan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat imbuhnya.

 

Reporter: Teguh/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.