Kemenperin Catat Investasi Rp418 Triliun di Awal 2026, Serap 219 Ribu Tenaga Kerja Baru
JAKARTA (Lentera) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai investasi dari sektor industri manufaktur Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai Rp418 triliun, dengan perkiraan serapan tenaga kerja baru hingga 219 ribu orang.
"Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan hasil yang kuat. Kontribusinya terus meningkat, penyerapan tenaga kerja bertambah, investasi semakin tumbuh, dan tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Ini bukti bahwa struktur industri Indonesia semakin kokoh," ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, melansir laman resmi Kemenperin, Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) per 23 April 2026, pada Triwulan I 2026 tercatat 633 perusahaan industri melaporkan pembangunan fasilitas produksi baru yang sebelumnya belum pernah berproduksi.
Dari aktivitas pembangunan tersebut, total rencana penyerapan tenaga kerja mencapai 219.684 orang dengan nilai investasi sebesar Rp418,62 triliun. Angka ini menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap prospek permintaan domestik maupun ekspor.
Dari sisi jumlah perusahaan, subsektor Industri Pengolahan Tembakau menjadi yang terbanyak dengan 72 perusahaan, disusul Industri Minuman sebanyak 67 perusahaan, dan Industri Makanan sebanyak 60 perusahaan.
Sementara itu, Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia juga mencatat aktivitas signifikan dengan 49 perusahaan yang tengah membangun fasilitas produksi baru.
Jika dilihat dari nilai investasi, Industri Logam Dasar menjadi kontributor terbesar dengan capaian sekitar Rp218,04 triliun dari 24 perusahaan. Posisi berikutnya ditempati Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar Rp81,22 triliun, serta Industri Barang Galian Bukan Logam sebesar Rp12,10 triliun.
Dari sisi ketenagakerjaan, subsektor Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki mencatat rencana penyerapan tenaga kerja terbesar dengan 37.350 orang. Disusul Industri Logam Dasar sebanyak 25.592 orang, serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebanyak 9.065 orang.
Secara keseluruhan, aktivitas pembangunan fasilitas produksi pada Triwulan I 2026 tersebar di berbagai sektor strategis, terutama makanan-minuman, kimia, logam dasar, hingga sektor padat karya.
Febri menyebut, kinerja positif juga tercermin dari pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada 2025 yang tercatat tumbuh 5,30 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Capaian ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir, pertumbuhan industri pengolahan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sektor industri manufaktur juga menunjukkan tren peningkatan. Pada Triwulan II 2022, kontribusi tercatat 17,92 persen, lalu meningkat menjadi 18,26 persen pada Triwulan II 2023 dan mencapai 19,08 persen pada Triwulan IV 2023.
Tren penguatan berlanjut pada 2024 dengan kontribusi mencapai 19,13 persen pada Triwulan IV 2024, bahkan sempat menyentuh 19,28 persen pada Triwulan I 2024 sebagai salah satu level tertinggi dalam periode pengamatan.
Pada 2025, kontribusi sektor manufaktur tetap stabil di level tinggi, yakni 18,67 persen pada Triwulan II, meningkat menjadi 19,15 persen pada Triwulan III, dan kembali naik ke 19,20 persen pada Triwulan IV 2025.
Jika dibandingkan, kontribusi manufaktur terhadap PDB meningkat dari 17,92 persen pada Triwulan II 2022 menjadi 19,20 persen pada Triwulan IV 2025 atau naik sekitar 1,28 poin persentase.
Sementara itu, data Sakernas 2015 hingga Agustus 2025 menunjukkan penyerapan tenaga kerja di industri pengolahan nonmigas juga terus meningkat. Dari 15,49 juta orang pada 2015, naik menjadi 18,90 juta orang pada 2019, sempat turun saat pandemi, lalu kembali pulih.
Pada fase pemulihan, jumlah tenaga kerja meningkat dari 18,65 juta orang pada 2022 menjadi 20,26 juta orang pada Agustus 2025, yang menjadi level tertinggi sepanjang periode pengamatan.
Editor: Santi





.jpg)
