06 May 2026

Get In Touch

Respon Hotline “Lapor Cak Eri”, Komisi A DPRD Surabaya Minta Terintegrasi dan Transparan

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano. (Amanah/Lentera)
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Peluncuran layanan pengaduan warga melalui hotline WhatsApp “Lapor Cak Eri” yang digagas Wali Kota Surabaya, mendapat respons dari kalangan DPRD setempat. 

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano menilai inisiatif tersebut patut diapresiasi, namun mengingatkan agar tidak berhenti sebagai kanal baru tanpa perbaikan sistem yang mendasar.

Menurut Pdt. Rio, keberhasilan hotline sangat ditentukan oleh kecepatan respons dan transparansi penanganan laporan. Ia menekankan, masyarakat harus dapat memantau sejauh mana aduan mereka ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Hotline itu sangat baik dan harus disambut positif. Tapi harus punya respons cepat dan transparan dalam pengelolaan laporan warga,” ujarnya pada Lentera, Rabu (6/5/2026).

Politisi dari Fraksi PSI ini juga mengusulkan, agar sistem hotline terhubung langsung dengan dashboard terintegrasi yang bisa dipantau oleh wali kota. Dengan begitu, setiap laporan yang masuk dapat segera didistribusikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tanpa hambatan birokrasi yang berlarut.

“Kalau terhubung ke dashboard, wali kota bisa langsung memonitor perkembangan laporan. Ini akan mempercepat pengambilan keputusan,” tuturnya.

Namun, ia menyoroti potensi tumpang tindih kanal aduan di lingkungan Pemkot Surabaya. Saat ini, sejumlah layanan serupa telah lebih dulu berjalan, seperti aplikasi Wargaku, Call Center 112, hingga berbagai hotline di masing-masing dinas dan satuan tugas, termasuk Satgas Premanisme dan Satgas Tanah yang belum lama ini digagas.

Kondisi tersebut, menurut Pdt. Rio, menimbulkan pertanyaan soal efektivitas sistem yang sudah ada. Ia mengingatkan, agar kehadiran hotline baru tidak justru menambah kebingungan warga.

“Jangan sampai masyarakat melihat ini sebagai penumpukan layanan. Pertanyaannya, apakah yang sebelumnya tidak efektif?” tuturnya 

Ia menekankan, pentingnya integrasi seluruh kanal aduan agar lebih efisien dan berdampak nyata. Tanpa integrasi, laporan warga berpotensi tercecer atau lambat ditangani.

Pdt. Rio juga menyebut, hotline yang dikelola secara baik bisa menjadi sistem peringatan dini (early warning system) bagi pemerintah kota dalam mendeteksi persoalan di lapangan.

“Kalau transparan dan terintegrasi, ini bisa jadi early warning system yang sangat bagus,” sebutnya.

Terkait usulan Wali Kota, agar warga juga menyampaikan aduan melalui media sosial, Pdt. Rio menilai langkah tersebut sah-sah saja. Namun, ia mengingatkan adanya risiko overload informasi jika tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya, diperlukan tim khusus untuk merangkum, mengklasifikasikan, dan meneruskan laporan dari media sosial ke OPD terkait. Tanpa mekanisme itu, beban informasi justru akan menghambat efektivitas kerja kepala daerah.

“Kalau semua harus dibaca langsung oleh wali kota, itu tidak efektif. Harus ada tim yang meresume dan mengelompokkan laporan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya berharap, Pemkot Surabaya tidak sekadar menambah kanal komunikasi, tetapi memastikan sistem yang ada benar-benar terintegrasi, responsif, dan transparan sehingga kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah dapat terus terjaga.

"Yang penting harus efektif, dan aduan warga segera ditindaklanjuti," tutupnya.

Seperti diketahui, WhatsApp “Lapor Cak Eri” hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, akan respons yang lebih cepat dan tepat sasaran. Hotline dapat diakses melalui nomor 0811338884 (khusus pesan, tidak melayani panggilan).

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.