17 May 2026

Get In Touch

BNPB: Banjir Melanda 4 Daerah di Indonesia dalam 24 Jam, Ribuan Warga Terdampak

Kejadian banjir di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (15/5/2026). (BPBD Kabupaten Lebak)
Kejadian banjir di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (15/5/2026). (BPBD Kabupaten Lebak)

JAKARTA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian banjir melanda 4 daerah di Indonesia dalam 24 jam terakhir. Bencana hidrometeorologi itu menyebabkan ribuan warga terdampak serta kerusakan pada permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur.

"BNPB merangkum dan melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana yang berdampak signifikan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dilansir dari laman resmi BNPB, Sabtu (16/5/2026).

Peristiwa pertama, banjir terjadi di Semarang pada Jumat (15/5/2026) pukul 15.30 WIB setelah hujan deras dengan durasi panjang menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol dan Sungai Silandak meluap.

Genangan air merendam 6 kelurahan di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan. Tinggi muka air dilaporkan berkisar antara 20 hingga 150 sentimeter.

Abdul menyebut, kejadian ini menelan dua korban jiwa, serta mengakibatkan satu rumah rusak berat, dua titik tanggul jebol, serta berdampak pada 389 kepala keluarga (KK) atau 1.302 jiwa.

"Sebanyak 76 warga terpaksa mengungsi ke Balai RW 04 Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat. BPBD Kota Semarang telah melakukan kaji cepat, menyalurkan bantuan logistik, dan mendirikan dapur umum di dua lokasi pengungsian," katanya. 

Banjir di Riau Rendam 10 Desa dan Ganggu Fasilitas Publik

Di Kabupaten Kuantan Singingi, banjir terjadi pada Jumat (15/5/2026) pukul 12.00 WIB akibat meluapnya Sungai Kuantan setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Bencana tersebut merendam 10 desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Hilir, dan Inuman. Sebanyak 324 KK atau 1.296 jiwa tercatat terdampak.

Selain permukiman warga, banjir juga memengaruhi dua kantor desa, tiga sekolah, dua tempat ibadah, dan akses jalan sepanjang 500 meter.

"BPBD Kabupaten Kuantan Singingi masih melakukan monitoring dan pendataan di lokasi terdampak. Kondisi air dilaporkan berangsur surut," ungkap Abdul. 

Banjir dan Longsor di Lebak Rusak Bendungan Irigasi

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan longsor di Kabupaten Lebak pada Jumat (15/5/2026) pukul 13.30 WIB.

Sebanyak 14 desa di lima kecamatan terdampak, yakni Cigemblong, Cipanas, Sajira, Leuwidamar, dan Muncang. Beberapa sungai yang meluap antara lain Sungai Peucangpari, Cimaur, Cibeurih, Cilaki, Ciminyak, dan Cisimet.

Petugas mencatat 37 rumah, 50 hektare lahan pertanian, satu tempat ibadah, satu sekolah, dan satu jembatan terdampak.

Kerusakan paling signifikan terjadi pada satu bendungan irigasi yang rusak berat serta dinding penahan jalan desa sepanjang 20 meter yang ambrol. BPBD Kabupaten Lebak saat ini masih mendata kebutuhan mendesak warga.

857 Warga Terdampak Banjir di Binjai

Banjir juga melanda Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Binjai, pada Jumat (15/5/2026) pukul 11.00 WIB.

Sebanyak 233 KK atau 857 jiwa terdampak. Tidak ada warga yang mengungsi karena genangan air surut pada hari yang sama.

"Meski situasi membaik, BPBD Kota Binjai tetap bersiaga untuk memantau kemungkinan banjir susulan," katanya. 

Dalam hal ini, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Warga diminta menyiapkan tas siaga bencana, menyusun rencana darurat keluarga, dan rutin memantau tinggi muka air, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Jika hujan deras terjadi dalam durasi lama, masyarakat disarankan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman serta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD setempat, dan BMKG.

Editor: Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.