30 May 2026

Get In Touch

Pedagang Pasar Klojen Keluhkan Pedasnya Harga Cabai, Gubernur Khofifah: Perlu KAD

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan salah satu pedagang di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5/2026). (Santi/Lentera)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berdialog dengan salah satu pedagang di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Kenaikan harga cabai rawit pasca Hari Raya Iduladha mulai dikeluhkan pedagang di Pasar Klojen, Kota Malang. Harga komoditas yang menjadi salah satu penyumbang inflasi tersebut kini menembus Rp120 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga beberapa pekan sebelumnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di Pasar Klojen. Khofifah menilai disparitas harga antarwilayah menjadi sinyal penting perlunya penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

"Sekarang cabai rawit naik, per kilogram itu Rp120 ribu. Sebelumnya Rp100 ribu, bahkan Rp80 ribu sampai Rp90 ribu. Mulai naik pas hari raya Iduladha itu," ujar salah seorang pedagang Pasar Klojen, Situ Maryam, Jumat (29/5/2026).

Menurut Khofifah, harga cabai rawit di Pasar Klojen tercatat berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Padahal, berdasarkan hasil pemantauan di pasar lain di Kota Malang, harga cabai rawit masih berada pada kisaran Rp80 ribu per kilogram.

"Di sini ada yang Rp100 ribu, ada yang Rp120 ribu per kilogram, tapi di pasar lain di Kota Malang itu Rp80 ribu," kata Khofifah.

Perbedaan harga tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya memperkuat Kerja Sama Antar Daerah sebagai instrumen pengendalian inflasi. Melalui kolaborasi antarwilayah, distribusi komoditas pangan dapat berjalan lebih merata sehingga gejolak harga dapat ditekan sejak dini.

"KAD ini penting. Sehingga kira-kira harga dari komoditas apa yang menjadi penyebab kemungkinan potensi inflasi terjadi, itu yang bisa dilakukan langkah-langkah mitigatif dan antisipatif bersama," tegasnya.

Khofifah juga menemukan adanya kenaikan harga bawang merah di Pasar Klojen. Jika sebelumnya harga bawang merah berada pada kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Di sisi lain, Khofifah menyebut tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa kebutuhan pokok justru masih relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan.

Cabai keriting, misalnya, masih berada pada harga yang dinilai normal. Begitu pula dengan bawang putih yang tidak mengalami gejolak berarti. Sementara harga telur ayam tercatat cenderung turun, sedangkan harga daging ayam mengalami penurunan sekitar Rp500 per kilogram.

Untuk komoditas daging sapi, Khofifah menjelaskan kenaikan harga sempat terjadi menjelang Ramadan dan setelah Idulfitri. Namun pada momentum Iduladha tahun ini, harga daging sapi relatif stabil dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.

Menurut Khofifah, pemantauan harga pangan secara berkala akan terus dilakukan pemerintah bersama pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.