JAKARTA (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh infrastruktur mereka yang mencakup 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau stasiun meteorologi dan klimatologi di tiap provinsi terbuka penuh untuk melayani koordinasi dan pendampingan mitigasi iklim bagi pemerintah daerah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan ratusan stasiun tersebut disiagakan, untuk menjawab kebutuhan data cuaca yang sangat spesifik dari tiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk gabungan kelompok tani (Gapoktan).
"Bagi BPBD dapat berdiskusi, berkoordinasi langsung dengan 191 UPT atau stasiun-stasiun BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia. Di setiap provinsi itu BMKG hadir di sana," katanya dalam konferensi pers "Perkembangan Musim Kemarau Indonesia 2026" di Jakarta melansir Antara, Rabu (10/6/2026).
Faisal menjelaskan, BMKG kini berkomitmen kuat untuk menggeser peran institusi yang tidak sekadar menjadi penyedia dokumen prediksi iklim di hulu, melainkan turun langsung mengawal program adaptasi dan mitigasi di tingkat tapak.
Melalui ratusan stasiun daerah tersebut, BMKG berupaya semaksimal mungkin memberikan pendampingan teknis kepada jajaran Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga instansi penanggulangan bencana agar siap menghadapi kekeringan secara detail.
Pendampingan intensif dari stasiun BMKG di daerah ini dinilai krusial untuk membantu sektor riil masyarakat, khususnya para petani agar dapat merumuskan langkah taktis akibat mundurnya jadwal masa tanam pertama sebagai dampak kemarau panjang.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengimbau sektor pertanian memanfaatkan asistensi data daerah, untuk beralih menanam komoditas hortikultura yang adaptif terhadap karakteristik cuaca kering selama pertengahan tahun ini.
"Selain itu, juga bisa mengoptimalkan irigasi teknis untuk daerah-daerah yang ada irigasinya dan juga menyesuaikan terhadap komoditas pertanian yang adaptif terhadap kondisi kering ini," ujar Ardhasena.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
