13 June 2026

Get In Touch

Ketua DPRD Surabaya Sebut, Pembangunan yang Efektif Diawali Pemetaan Menyeluruh

Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri.
Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri.

SURABAYA (Lentera) -Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan kota secara tuntas dan berkelanjutan, bukan sekadar melahirkan program yang bersifat tambal sulam.

Politisi yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menilai pembangunan yang efektif harus diawali dengan pemetaan persoalan secara menyeluruh melalui kajian yang matang. Dengan demikian, setiap program yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak jangka panjang.

“Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan setiap tahun, tetapi problem yang sama terus berulang. Kalau hanya menyelesaikan gejala tanpa memahami akar persoalannya, maka pembangunan tidak akan pernah selesai,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, salah satu contoh yang membutuhkan perencanaan komprehensif adalah persoalan banjir. Ia menilai penanganan banjir tidak cukup dilakukan melalui pembangunan saluran secara parsial, melainkan harus berlandaskan sistem drainase yang terintegrasi dari tingkat kampung hingga skala kota.

“Kalau bicara banjir, harus ada masterplan drainase yang jelas. Kita harus tahu aliran air dari mana, hambatannya di mana, dan muaranya ke mana. Jangan sampai membangun saluran di satu titik, tetapi ternyata justru memindahkan masalah ke wilayah lain,” katanya.

Menurutnya, Musrenbang harus menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan secara komprehensif sebelum menentukan bentuk intervensi pembangunan. Menurutnya, kajian yang baik akan mencegah pembangunan yang tidak tepat sasaran maupun pengulangan pekerjaan yang sama pada tahun-tahun berikutnya.

“Kalau saat ini kemampuan anggaran belum cukup untuk menyelesaikan semuanya sekaligus, minimal pemerintah sudah menyiapkan kajian dan peta jalan penyelesaiannya. Sehingga pembangunan tahun berikutnya tinggal mengikuti arah yang sudah disusun,” jelasnya.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari kualitas fisik bangunan atau besarnya anggaran yang dikeluarkan. Yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana pembangunan mampu memberikan manfaat dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Percuma spesifikasi bangunannya bagus, kualitas materialnya tinggi, tetapi penempatannya tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Kaji Ipuk mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Kota Surabaya yang berhasil mengurangi sejumlah titik banjir dalam beberapa tahun terakhir melalui pembangunan drainase dan normalisasi saluran. Namun, ia menilai upaya tersebut harus terus dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Selain banjir, ia juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu sementara wilayah lain masih tertinggal dari sisi fasilitas publik.

“Pembangunan harus menghadirkan rasa keadilan. Jangan sampai ada kawasan yang terus dipercantik, sementara kawasan lain belum mendapatkan fasilitas dasar yang sama,” ujarnya.

Ia mencontohkan penyediaan jalur pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki dan kelompok disabilitas. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan hak seluruh warga kota sehingga pembangunannya perlu dilakukan secara merata sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Kaji Ipuk menegaskan semangat membangun kota dari kampung harus tetap menjadi roh dalam setiap proses Musrenbang. Sebab, berbagai persoalan perkotaan pada dasarnya berawal dari lingkungan terkecil yang membutuhkan perhatian dan solusi yang tepat.

Karena itu, ia berharap Musrenbang tidak sekadar menghasilkan daftar usulan tahunan, melainkan menjadi fondasi pembangunan jangka panjang yang mampu menyelesaikan persoalan kota secara terukur, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Musrenbang harus menjadi alat untuk merancang masa depan kota. Ketika perencanaan dilakukan dengan benar, maka pembangunan tidak lagi sekadar menambal masalah, tetapi benar-benar menyelesaikannya,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.