17 June 2026

Get In Touch

Sejumlah Infrastruktur dan Bangunan Dilaporkan Rusak Akibat Gempa M 6,7 di Sulteng

Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa M6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6/2026). (foto: ist/Antara)
Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa M6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (16/6/2026). (foto: ist/Antara)

PALU (Lentera) - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pagi menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur di beberapa daerah.

"Hasil pemantauan sementara menunjukkan terdapat kerusakan bangunan dan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak. Tim Reaksi Cepat sedang melakukan pendataan di lapangan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, di Palu, melansir Antara, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD Sulawesi Tengah, di Kota Palu gempa mengakibatkan Jembatan III Palu mengalami keretakan serta beberapa bangunan dilaporkan roboh akibat guncangan.

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Selain itu, terjadi longsor di kawasan Gunung Kamarora dan saluran air dilaporkan terputus.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso. Di wilayah Napu, Kabupaten Poso, akses jalan mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas.

Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD Sulawesi Tengah mencatat aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Tercatat satu gempa bermagnitudo 5, 10 gempa bermagnitudo 4, 31 gempa bermagnitudo 3, serta 4 gempa bermagnitudo 2.

Asbudianto mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD di kabupaten dan kota terdampak terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pendataan kerusakan.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu pada Selasa pukul 10.27 WIB. Episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa dangkal tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Editor: Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.