Komisi III DPRD Palangka Raya Dukung Target Pemkot Eliminasi Penyakit ATM Lewat Gerakan Pentahelix
PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya telah meluncurkan Gerakan Pentahelix, sebagai langkah strategis untuk mengeliminasi atau memutus rantai penyebaran penyakit AISD, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo yang mengatakan jika langkah kolaboratif diperlukan untuk mengeliminasi penyakit ATM, tidak bisa hanya dibebankan kepada dinas kesehatan semata.
"Kami mendukung langkah kolaboratif dalam rangka memperkuat sistem kesehatan daerah dan memastikan penanganan ketiga penyakit tersebut berjalan secara efektif, masif, dan terintegrasi dari hulu hingga ke hilir," papar Sigit, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai, penanganan penyakit ATM membutuhkan kerja keras dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Gerakan Pentahelix, persepsi dan sumber daya berbagai pihak disatukan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan penyakit ATM, agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Diperlukan komitmen bersama yang melibatkan lima unsur utama dalam konsep pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, serta media massa.
"Masing-masing unsur dalam pentahelix memiliki peran yang sangat penting yang saling melengkapi," jelasnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, pemerintah bertindak sebagai regulator, akademisi bertugas memberikan kajian ilmiah dan inovasi, sementara pelaku usaha berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara itu, komunitas bergerak aktif di lapangan, dan didukung oleh media massa yang berperan mengedukasi publik luas.
"Selain itu Pemkot Palangka Raya juga harus berfokus pada deteksi dini dan pemenuhan fasilitas kesehatan yang memadai di seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes)," ucapnya.
Selebihnya Sigit menambahkan, dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan tidak ada lagi stigma negatif terhadap para pengidap penyakit ATM, dan bagi mereka yang bergejala tidak merasa takut untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan hingga sembuh total.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta aktif mendukung program ini, sehingga target elimasi penyakit ATM dapat tercapai dalam beberapa tahun kedepan," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais





.jpg)
