27 June 2026

Get In Touch

Bikin Teras Tampak Kotor, Hindari Warna Ini

Bikin Teras Tampak Kotor, Hindari Warna Ini

Teras merupakan bagian pertama yang dilihat tamu saat berkunjung ke rumah. Karena menjadi wajah depan hunian, pemilihan warna cat teras perlu dilakukan dengan cermat agar rumah terlihat menarik, nyaman, dan tetap sedap dipandang dalam jangka panjang.

Sejumlah desainer interior menilai ada beberapa warna yang justru kurang cocok diaplikasikan pada area teras. Selain berisiko membuat rumah terlihat ketinggalan zaman, beberapa warna juga dapat menonjolkan noda dan kotoran atau bahkan menciptakan kesan yang terlalu mencolok.

Mengutip The Spruce, berikut warna yang sebaiknya tidak digunakan sebagai warna dominan pada teras rumah.

Jingga Terlalu Terang

Warna jingga atau oranye memang identik dengan kesan ceria dan energik. Namun, penggunaan rona yang terlalu terang pada teras dapat membuat tampilan rumah terasa berlebihan.

Sebagai alternatif, desainer menyarankan memilih warna coral atau oranye yang lebih lembut agar tetap menghadirkan nuansa hangat tanpa terlihat mencolok. Warna oranye yang terlalu terang bahkan disebut berpotensi membuat teras menyerupai kerucut lalu lintas (traffic cone).

Merah Terang

Merah terang kerap digunakan sebagai aksen pada pintu rumah. Namun, warna ini dinilai kurang ideal jika diterapkan pada keseluruhan dinding teras.

Pendiri Et Sal Interiors, Sophia deDomenico, mengatakan penggunaan merah terang pada teras membutuhkan keseimbangan yang tepat agar tidak terasa berlebihan.

"Penggunaan warna merah terang pada teras perlu keseimbangan yang pas agar tidak terasa berlebihan," ujar deDomenico.
Ia menyarankan pemilik rumah memilih warna cokelat kemerahan atau merah bata yang lebih lembut dibandingkan merah terang.

Putih Bersih atau Stark White

Putih bersih memang memberi kesan rapi dan terang. Namun, warna ini juga memiliki sejumlah kelemahan jika digunakan pada area luar rumah.
Warna putih yang sangat terang dapat memantulkan cahaya secara berlebihan sehingga berpotensi membuat tamu kurang nyaman. Selain itu, warna ini mudah memperlihatkan debu, noda, goresan, hingga jejak kaki sehingga teras lebih cepat terlihat kotor.

Meski demikian, bukan berarti warna putih harus dihindari sepenuhnya. Pilihan yang lebih aman adalah putih pucat, krem netral, atau warna gading hangat yang tetap menghadirkan kesan klasik tanpa terlalu menyilaukan.

Agar tampil harmonis, warna teras juga dapat diselaraskan dengan elemen rumah lainnya seperti pagar atau bingkai jendela.

Kuning Pucat
Kuning pucat termasuk warna yang dapat membuat teras tampak kusam dan kurang segar. Dalam kondisi tertentu, warna ini bahkan bisa memberikan kesan kotor.

Sebagai gantinya, deDomenico merekomendasikan penggunaan warna netral hangat seperti beige atau krem.
"Jika nuansa hangat dan netral adalah pilihan Anda, pilihlah warna cokelat asli atau krem dengan nuansa hangat. Warna tersebut akan tetap terlihat lebih alami dan menjadi latar belakang yang indah untuk berbagai pilihan dekorasi pintu depan dan tanaman hias," kata deDomenico.

Abu-abu Bernuansa Dingin

Warna abu-abu dingin selama beberapa tahun terakhir banyak digunakan pada hunian modern. Namun menurut deDomenico, warna ini kini mulai dianggap terlalu umum dan berisiko membuat tampilan rumah terasa datar serta ketinggalan tren.

Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan warna biru atau hijau yang lebih menyatu dengan lingkungan sekitar dan mampu menghadirkan kesan alami.(ist/dya)

Direkomendasikan Sage hingga Warna Pasir

Selain menghindari warna yang dianggap kurang cocok untuk area teras, sejumlah pakar desain dan media internasional juga merekomendasikan beberapa pilihan warna yang dinilai lebih aman, elegan, dan tahan terhadap perubahan tren.

Putih Hangat (Warm White)

Putih masih menjadi salah satu warna favorit untuk area eksterior rumah. Namun, para desainer kini lebih menyarankan penggunaan putih hangat dibanding putih bersih atau stark white.

Media desain Homes & Gardens menjelaskan bahwa putih dengan sentuhan krem, linen, atau nuansa mineral mampu memantulkan cahaya tanpa menimbulkan kesan dingin dan steril. Warna ini juga mudah dipadukan dengan elemen kayu, batu alam, maupun kusen berwarna gelap.

Menurut House Beautiful, warna putih hangat seperti White Dove atau Simply White menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena memberikan kesan ramah, bersih, dan memiliki daya tarik luas bagi tamu maupun calon pembeli rumah.

Beige, Greige, dan Warna Pasir

Jika menginginkan nuansa netral yang lebih hangat, beige, greige (perpaduan abu-abu dan beige), serta warna pasir menjadi pilihan yang semakin populer pada 2026.

Menurut House Beautiful, warna-warna ini mulai menggantikan dominasi abu-abu dingin yang selama bertahun-tahun menjadi tren. Nuansa pasir dan batu alam dinilai mampu menciptakan tampilan yang lebih mengundang sekaligus menyatu dengan lingkungan sekitar.

Homes & Gardens juga mencatat bahwa warna-warna mineral seperti sandstone dan clay beige memberi kesan tenang, alami, dan tidak mudah terlihat kusam meski terkena debu atau paparan cuaca luar ruangan.

Hijau Sage dan Hijau Zaitun

Warna hijau menjadi salah satu tren eksterior terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, yang direkomendasikan bukan hijau terang, melainkan hijau sage, hijau zaitun, atau hijau lumut yang lebih lembut.

Menurut ArchiDNA, warna hijau bernuansa bumi mampu menghubungkan bangunan dengan lanskap sekitarnya sehingga rumah terlihat lebih natural dan menyatu dengan taman atau pepohonan. Warna ini juga cukup fleksibel dipadukan dengan kusen putih, kayu alami, maupun batu alam. ([DecorGPT][1])

Sementara itu, Homes & Gardens menyebut aksen hijau tua pada pintu, kolom, atau elemen dekoratif teras dapat menghadirkan kesan klasik yang tetap relevan dalam jangka panjang. ([Homes and Gardens][3])

Biru Lembut dan Biru Abu-Abu

Biru merupakan warna yang kerap direkomendasikan untuk area teras karena memberikan suasana yang tenang dan menyegarkan.

Menurut Homes & Gardens, pilihan terbaik bukanlah biru yang terlalu terang, melainkan biru lembut atau biru abu-abu yang terinspirasi dari warna laut dan langit. Warna seperti ini dianggap lebih mudah menyatu dengan lingkungan luar dan mampu menghadirkan kesan elegan tanpa terlihat mencolok.

Dalam tradisi rumah-rumah Amerika Selatan, warna biru pucat bahkan sering digunakan pada plafon teras atau porch ceiling. Selain memberi ilusi ruang yang lebih terbuka, warna tersebut juga menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman secara visual.

Charcoal dan Soft Black

Bagi pemilik rumah yang menginginkan tampilan modern, warna charcoal atau hitam lembut dapat menjadi pilihan menarik.

Menurut ArchiDNA dan sejumlah pakar desain eksterior, tren warna gelap saat ini telah bergeser dari hitam pekat menuju "soft black", yaitu hitam dengan sentuhan abu-abu, biru, atau hijau. Warna ini memberikan kesan mewah dan tegas tanpa terlihat terlalu keras.

Agar tidak terasa suram, warna tersebut biasanya dipadukan dengan elemen kayu alami, batu alam, atau aksen putih hangat pada bagian kusen dan pagar. (Ist/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.