01 July 2026

Get In Touch

Komitmen Perhatikan Petani, Bupati Kediri Mas Dhito Bantu 200 Ton Benih Jagung dan Kepastian Harga Pasca Panen

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat penyerahan bantuan benih jagung untuk petani di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (30/6/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat penyerahan bantuan benih jagung untuk petani di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (30/6/2026).

KEDIRI (Lentera) - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyerahkan bantuan 200 ton benih jagung kepada petani, yang diperuntukkan bagi 683 kelompok tani pada 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.

Bantuan benih dengan nilai mencapai Rp19 miliar tersebut, diperuntukkan untuk luasan lahan 13.300 hektare. Melalui bantuan tersebut, Bupati Kediri yang biasa disapa Mas Dhito ini, berharap dapat membantu petani mengurangi biaya produksi.

"Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja," kata Mas Dhito usai menyalurkan bantuan benih jagung secara simbolis kepada empat Poktan di lahan pertanian Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Selasa (30/6/2026).

Perhatian Mas Dhito terhadap petani di Kabupaten Kediri tidak berhenti pada bantuan benih, peralatan pertanian untuk pengolahan lahan maupun penyediaan pupuk. Tak kalah penting juga, yakni memperhatikan kondisi harga pasca panen.

Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini berharap, setelah panen petani tetap mendapatkan kepastian harga. Untuk itu, diakui saat ini Bulog siap menyerap hasil panen jagung petani, dengan harga yang telah ditentukan.

"Pasca panen ini biasanya (yang dikeluhkan petani) harga tidak menentu. Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500/kg diserap oleh Bulog," ungkapnya.

Sebagai salah satu komoditas pangan, saat ini luasan lahan jagung di Kabupaten Kediri menembus 56.000 hektare dengan total produksi mencapai 392.000 ton. Dari data tersebut, rata-rata tiap hektare lahan bisa menghasilkan 7 ton jagung.

Selain penyerahan bantuan benih jagung, Mas Dhito juga melakukan dialog dengan petani.  Dalam dialog tersebut, Mas Dhito memotivasi petani untuk dapat meningkatkan jumlah produksi.

Salah satu petani asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto yang berkesempatan berdialog dengan Bupati menyebut, lahan di wilayahnya bisa menghasilkan 9 ton jagung/hektare.

Salah satu kunci keberhasilan tingginya hasil panen itu, menurutnya, pada pengolahan tanah. Diterangkannya, mengingat sebagian petani di daerahnya juga berternak, komposisi pemupukan 70 persen menggunakan pupuk organik. 

"Kita banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak," ucapnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.