02 July 2026

Get In Touch

Wortel Baik untuk Mata, Benarkah Bisa Turunkan Minus?

Wortel Baik untuk Mata, Benarkah Bisa Turunkan Minus?

SURABAYA ( LENTERA ) - Wortel selama ini dikenal sebagai salah satu makanan yang identik dengan kesehatan mata. Sayuran berwarna oranye ini mengandung sejumlah nutrisi penting seperti beta-karoten dan lutein yang berperan dalam menjaga fungsi penglihatan.

Mengutip Healthline, wortel kuning memiliki kandungan lutein yang lebih tinggi. Senyawa ini diketahui membantu menjaga kesehatan retina dan berpotensi menurunkan risiko degenerasi makula akibat usia. Sementara itu, wortel oranye lebih kaya beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A.

Dokter mata Jill Koury, MD., dari Duke Health menjelaskan bahwa vitamin A dalam jumlah cukup memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan melihat.

“Vitamin A dalam jumlah normal dan yang direkomendasikan sangat penting untuk menjaga penglihatan yang baik,” kata Jill Koury.

Vitamin A membantu pembentukan pigmen pada retina yang membuat mata mampu beradaptasi terhadap perubahan cahaya. Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan gangguan pada permukaan mata, termasuk kondisi mata menjadi lebih kering.

Namun, anggapan bahwa rutin makan wortel dapat mengurangi mata minus ternyata tidak sepenuhnya benar.

Faktor Meningkatkan Risiko Mata Minus

Dokter Spesialis Mata dari Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, SpM(K), menjelaskan bahwa wortel memang baik untuk kesehatan mata, tetapi tidak dapat mengembalikan kondisi mata minus menjadi normal.

“Wortel kalau mau makan mah makan aja, itu untuk menjaga kesehatan mata kita, tapi apakah minusnya bisa dihalangin tidak nambah lagi? Tidak,” ujar dr. Ucok.

Menurutnya, mata minus atau miopia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik dan kebiasaan sehari-hari, bukan semata-mata karena kekurangan asupan makanan tertentu.

Hal ini juga sejalan dengan penjelasan WebMD bahwa beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mata minus.
Faktor keturunan. Anak memiliki kemungkinan lebih besar mengalami miopia jika salah satu atau kedua orang tuanya mengalami kondisi serupa.

Aktivitas melihat jarak dekat dalam waktu lama, seperti membaca, bekerja dengan detail kecil, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus dekat.

Penggunaan layar digital berlebihan. Kebiasaan menatap ponsel, tablet, atau komputer dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

Mata minus terjadi ketika bentuk bola mata memanjang sehingga cahaya tidak jatuh tepat pada retina. Karena itu, sebanyak apa pun wortel dikonsumsi, bentuk bola mata tidak dapat kembali seperti semula.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin A, Mayo Clinic merekomendasikan asupan harian sekitar 900 mikrogram (mcg) untuk laki-laki dewasa.

Sebanyak 700 mcg untuk perempuan dewasa, 770 mcg untuk ibu hamil dan 1.300 mcg untuk ibu menyusui.

Sumber vitamin A tidak hanya berasal dari wortel. Tubuh juga bisa mendapatkan vitamin A dari berbagai makanan seperti susu, keju, telur, ikan berlemak, labu, ubi jalar, mangga, blewah, brokoli, bayam, dan sayuran hijau lainnya.(ist/dya)
 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.