02 July 2026

Get In Touch

Hormati Hari Raya Karo, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tutup Selama 12 Hari

Ilustrasi: Desa wisata Ranupani, Kabupaten Lumajang. (foto: ist)
Ilustrasi: Desa wisata Ranupani, Kabupaten Lumajang. (foto: ist)

MALANG (Lentera) -Jalur pendakian Gunung Semeru akan ditutup sementara selama 12 hari, mulai 7 hingga 18 Agustus 2026, untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Karo di Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang.

Kebijakan tersebut diumumkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) setelah menerima permohonan resmi dari Pemerintah Desa Ranupani terkait pelaksanaan rangkaian Hari Raya Karo yang berlangsung pada 8-18 Agustus 2026.

Hari Raya Karo merupakan tradisi tahunan masyarakat Tengger yang dipusatkan di Desa Ranupani.

"Pendakian terakhir dijadwalkan pada 6 Agustus 2026, sementara seluruh pendaki diwajibkan sudah kembali ke Ranupani paling lambat 7 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Jalur pendakian akan kembali dibuka pada 19 Agustus 2026 dengan pendaftaran melalui laman resmi BB TNBTS," ujar Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Dikatakan Rudi, Kepala Desa Ranupani, Bambang Sugianto, dalam surat permohonannya menjelaskan, penutupan sementara diperlukan agar seluruh rangkaian upacara adat dapat berlangsung dengan khidmat tanpa terganggu aktivitas wisata.

Selain menjaga kesakralan pelaksanaan Hari Raya Karo sesuai ketentuan adat, penutupan juga bertujuan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat maupun rombongan adat, sekaligus menghindari potensi gangguan antara aktivitas pendaki dengan prosesi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Pemerintah Desa Ranupani juga menyatakan tetap berkoordinasi dengan BB TNBTS selama masa penutupan untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi serta memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib," ungkap Rudi.

Meski jalur pendakian Semeru ditutup Rudi menyebut kawasan wisata dan perkemahan Ranu Regulo tetap dibuka bagi pengunjung.

Sementara itu, pendaki yang sebelumnya terdampak erupsi Semeru pada 2025 dan memiliki jadwal pendakian yang bertepatan dengan masa penutupan akan memperoleh kesempatan melakukan penjadwalan ulang (reschedule).

"Mekanismenya akan diinformasikan kepada ketua rombongan melalui nomor WhatsApp yang terdaftar saat pemesanan," paparnya.

Berdasarkan jadwal yang disusun pemerintah desa, rangkaian upacara berlangsung selama 12 hari tersebut meliputi berbagai ritual adat seperti Tayub, Santi (ritual kirim doa Adat Karo), Andon Mangan, Nyadran, hingga penutupan Karo (Barikan).  

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.