08 July 2026

Get In Touch

Munas PERDISKI 2026, Bahas Penguatan Peran Guru Pendidikan Agama Kristen

Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) PERDISKI (Pendidik Siswa Kristen Indonesia).
Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) PERDISKI (Pendidik Siswa Kristen Indonesia).

SURABAYA (Lentera )- Penguatan peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk generasi berkarakter, menjadi fokus utama Musyawarah Nasional (Munas) PERDISKI (Pendidik Siswa Kristen Indonesia) yang digelar di Gereja Mawar Sharon, Surabaya, Kamis (2/7/2026) malam. 

Forum yang diikuti sekitar 800 peserta dari 30 provinsi itu, diharapkan melahirkan gagasan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan Kristen sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Munas PERDISKI berlangsung mulai 2-4 Juli 2026, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur. Hadir pula, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim), Akhmad Sruji Bahtiar.

Mengusung tema "Guru Pendidikan Agama Kristen Bangkit dan Bersinar, Indonesia Kuat", Munas PERDISKI menjadi forum konsolidasi guru PAK dari berbagai daerah untuk memperkuat peran mereka dalam membangun karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan sekaligus mampu hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan Kementerian Agama menyambut baik kiprah PERDISKI sebagai organisasi profesi yang berkontribusi terhadap penguatan pendidikan keagamaan Kristen di Indonesia.

Menurutnya, pendidikan Kristen harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan pembelajaran yang relevan, transformatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Injil.

"Pendidikan Kristen tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Pendidikan harus relevan, transformatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Injil. Kita tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang takut akan Tuhan, hidup dalam kasih, menghargai keberagaman, serta siap menjadi pembawa damai di tengah masyarakat yang majemuk," ujarnya dikutip Jumat (3/7/2026).

Ia juga mengajak, seluruh peserta Munas menjaga semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan. Menurutnya, Munas PERDISKI tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi harus mampu menghasilkan rekomendasi dan komitmen bersama untuk memperkuat pembinaan siswa Kristen di seluruh Indonesia.

"Munas ini harus menghasilkan gagasan-gagasan besar dan komitmen bersama untuk memperluas dampak pembinaan siswa Kristen di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Aries Agung Paewai berharap, Munas PERDISKI dapat melahirkan inovasi dan pemikiran baru yang memperkuat kontribusi guru Pendidikan Agama Kristen dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai, guru memiliki peran yang jauh melampaui proses belajar mengajar. "Seorang guru merupakan teladan yang membentuk karakter peserta didik melalui perhatian, kasih sayang, dan keteladanan yang tidak dapat digantikan oleh perkembangan teknologi," kata Aries.

Ketua Panitia Munas PERDISKI 2026, Riovold Yulianto melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari 30 provinsi di Indonesia, menunjukkan semakin luasnya jangkauan organisasi tersebut.

Di sisi lain, Ketua Umum PERDISKI, Yusak mengatakan meski tergolong organisasi baru, PERDISKI berkomitmen menjadi wadah pemersatu guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus pusat pengembangan pendidikan Kristen yang mandiri, profesional, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Alkitab.

Pembukaan Munas PERDISKI juga dihadiri Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur, Direktur Rumah Sakit Menur, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.