05 July 2026

Get In Touch

Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk, 27 Orang Alami Luka-luka

Bus Sugeng Rahayu mengalami kecelakaan hingga tercebur ke sungai di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (4/7/2026) siang (tribun)
Bus Sugeng Rahayu mengalami kecelakaan hingga tercebur ke sungai di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (4/7/2026) siang (tribun)

NGANJUK (Lentera) -Jumlah korban akibat kecelakaan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan sebuah truk di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/7/2026) siang, mencapai 27 orang.

Diketahui, kejadian tersebut sampai membuat bus bernomor polisi W 7571 UP itu tercebur ke sungai. Sementara truk tetap di badan jalan.

Perwakilan Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata mengatakan, pihaknya bersama Satlantas Polres Nganjuk telah mendata seluruh korban dalam kecelakaan tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 27 korban luka yang seluruhnya telah mendapatkan perawatan medis di dua rumah sakit.

"Rinciannya, 14 korban dilarikan di RSUD Nganjuk dan 13 korban luka lain dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk," ujar Rifan, Sabtu (4/7/2026).

Menurut dia, sebagian besar korban yang mengalami luka merupakan penumpang Bus Sugeng Rahayu. Beruntung pula mayoritas korban hanya mengalami luka ringan.

"Kebanyakan korban luka ringan. Tapi masih menunggu info rumah sakit terkait detail luka-lukanya. Kami pastikan penumpang bus yang jadi korban dalam jaminan Jasa Raharja," tutup Rifan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan bus tercebur ke sungai tersebut.

Detik-detik Bus Tercebur ke Sungai

Nurul (32), salah satu penumpang menceritakan, dirinya menaiki Bus Sugeng Rahayu dari Surabaya menuju Kabupaten Madiun bersama putrinya yang masih berusia 5 tahun dan duduk di belakang sopir.

Menurut dia, bus melaju kencang dan beberapa kali menyalip kendaraan dari sisi kanan sejak dari Surabaya.

"Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya," katanya saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Nganjuk, Sabtu.

Bus Hendak Mendahului Kendaraan

Lanjut Nurul, sesaat sebelum kecelakaan terjadi, bus sedang mencoba mendahului kendaraan lain di depannya. Meskipun kondisi jalanan saat itu ramai dengan jalur sedikit menikung.

Namun dari arah berlawanan terdapat sebuah truk, sehingga sopir diduga berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke kiri dan menabrak pembatas jalan hingga tercebur ke sungai.

"Penumpang langsung teriak-teriak," ucapnya, mengutip Kompas.

Akibat kejadian tersebut, Nurul mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara putrinya tidak mengalami luka.

"Saya cuma luka ringan, luka lecet. Anak saya aman," tukasnya.

Bus Sempat Bersenggolan dengan Truk

Seorang penumpang lainnya, Totok (53), menyebut bahwa bus sempat bersenggolan dengan truk sebelum akhirnya kehilangan kendali dan masuk ke sungai.

Menurut pria yang berpergian dari Surabaya menuju Ngawi itu, benturan yang terjadi membuat seluruh penumpang di dalam bus terpental.

"Rasanya di dalam bus kayak diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus," ujar Totok.

Akibat kejadian tersebut, ia beserta istri dan anaknya mengalami luka-luka (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.