10 July 2026

Get In Touch

Sempat Terkendala Pasokan Aspal, DPUPR Madiun Anggarkan Perbaikan Jalan Rp10 Miliar

Jalan rusak di salah satu ruas jalan Kabupaten Madiun. DPUPR Kabupaten Madiun memastikan proses lelang perbaikan jalan senilai sekitar Rp10 miliar akan dimulai pekan depan setelah pengadaan aspal rampung.
Jalan rusak di salah satu ruas jalan Kabupaten Madiun. DPUPR Kabupaten Madiun memastikan proses lelang perbaikan jalan senilai sekitar Rp10 miliar akan dimulai pekan depan setelah pengadaan aspal rampung.

MADIUN (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menggerakkan program perbaikan jalan yang sempat tertunda, akibat keterbatasan pasokan aspal.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan, proses lelang paket pekerjaan dimulai pekan depan setelah pengadaan material aspal rampung.

Perbaikan jalan tahun ini didukung anggaran sekitar Rp10 miliar dari APBD Kabupaten Madiun, dengan sasaran utama ruas jalan berstatus mantap yang mengalami kerusakan agar kondisinya tidak semakin menurun.

Kepala DPUPR Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis mengatakan kendala pengadaan aspal yang sebelumnya menghambat pekerjaan kini telah teratasi.

“Target kami minggu depan sudah masuk proses pelelangan. Pengadaan aspal sudah selesai sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai,” kata Boby, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, tahun ini pemerintah daerah memprioritaskan pemeliharaan jaringan jalan yang sudah berstatus mantap dibanding membuka ruas baru. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas infrastruktur yang telah dibangun.

Data DPUPR mencatat, tingkat kemantapan jalan kabupaten saat ini mencapai sekitar 74 persen atau sekitar 700 kilometer dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 1.074 kilometer.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Madiun juga membidik pendanaan dari Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Kementerian Pekerjaan Umum. Usulan yang diajukan mencakup delapan paket pekerjaan, terdiri atas tujuh ruas jalan dan satu jembatan.

“Seluruh lokasi yang kami usulkan sudah disurvei pihak balai. Sekarang kami menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai ruas yang akan mendapatkan alokasi anggaran,” ujar Boby.

Ruas yang diusulkan antara lain Balerejo–Muneng, Banyukambang–Karangmalang, Bajulan–Kenongorejo, serta pembangunan Jembatan Bulu.

Menurut Boby, seluruh proyek tersebut dipilih karena menjadi jalur penunjang kawasan pertanian dan distribusi hasil pangan, sehingga diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.