11 July 2026

Get In Touch

Intip Rahasia Diet Cristiano Ronaldo hingga Kylian Mbappé

 Intip Rahasia Diet Cristiano Ronaldo hingga Kylian Mbappé

SURABAYA ( LENTERA ) - Gol-gol spektakuler, sprint eksplosif, hingga stamina yang tetap terjaga selama 90 menit bukan hanya hasil latihan keras di lapangan. Di balik penampilan impresif para pesepak bola dunia, terdapat pola makan yang dirancang secara cermat untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka.

Bagi atlet profesional, makanan bukan sekadar pengisi energi, melainkan bagian dari strategi untuk menjaga kebugaran, mempercepat pemulihan, membangun massa otot, dan mempertahankan performa di level tertinggi.

Tak heran jika kebiasaan makan para pemain seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Kylian Mbappé, Erling Haaland, hingga Lamine Yamal selalu menarik perhatian. Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda sesuai karakter tubuh, gaya bermain, dan kebutuhan fisik mereka. Meski demikian, ada satu kesamaan yang tidak bisa dipisahkan dari seluruh pemain elite tersebut, yakni kedisiplinan dalam menjalankan pola hidup sehat.

Cristiano Ronaldo: Batasi Susu

Cristiano Ronaldo kerap dijuluki sebagai "manusia super" di dunia sepak bola. Meski usianya telah memasuki kepala empat, performanya masih mampu bersaing dengan pemain yang jauh lebih muda. Banyak ahli menilai kondisi fisiknya tidak hanya dipengaruhi oleh latihan keras, tetapi juga investasi gaya hidup sehat yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

Ronaldo dikenal sangat selektif dalam memilih makanan. Ia menghindari gula tambahan dan membatasi konsumsi susu, serta menerapkan pola makan yang konsisten tanpa cheat day. Baginya, menjaga kualitas makanan setiap hari jauh lebih penting dibandingkan sesekali menikmati makanan tinggi kalori.

Pola makan tersebut dipadukan dengan asupan protein berkualitas, sayuran, buah, serta karbohidrat kompleks untuk memenuhi kebutuhan energi selama latihan dan pertandingan. Dengan cara ini, komposisi tubuhnya tetap terjaga sekaligus membantu proses pemulihan otot berlangsung lebih cepat.
Namun, rahasia Ronaldo tidak berhenti di meja makan.

Ia juga memberi perhatian besar pada proses pemulihan tubuh. Salah satu rutinitas yang banyak dikenal adalah penggunaan ruang cryotherapy atau terapi suhu sangat dingin. Terapi ini dipercaya membantu mengurangi peradangan, mempercepat pemulihan otot, dan mengurangi rasa nyeri setelah latihan intensitas tinggi.

Kebiasaan unik lainnya adalah pola tidur polifase (polyphasic sleep). Alih-alih tidur panjang sekali dalam sehari, Ronaldo membagi waktu istirahat menjadi beberapa sesi dengan total sekitar 7,5 jam. Pola ini diyakini membantu menjaga fokus, meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mempercepat pemulihan tubuh, meski metode tersebut belum tentu sesuai diterapkan oleh semua orang.

Di luar itu, Ronaldo tetap menjalani latihan fisik hampir setiap hari, mulai dari latihan kekuatan, kardio, renang, hingga pilates. Konsistensi inilah yang membuatnya tetap kompetitif meski usia terus bertambah.

Kylian Mbappé: Karbohidrat Kompleks

Jika Ronaldo identik dengan kedisiplinan ekstrem, Kylian Mbappé dikenal memiliki pola makan yang dirancang untuk menunjang kecepatan luar biasanya. Sebagai pemain yang mengandalkan akselerasi dan sprint berulang selama pertandingan, tubuh Mbappé membutuhkan pasokan energi yang stabil sepanjang hari.

Salah satu makanan yang hampir selalu ada dalam menu hariannya adalah oat. Biji-bijian ini kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga mampu menyediakan energi secara bertahap. Selain itu, oat juga mengandung serat, protein, lemak tak jenuh, vitamin, serta mineral penting seperti magnesium, kalium, fosfor, dan kalsium yang berperan dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf.

Mbappé dikabarkan makan hingga enam kali dalam sehari. Sarapan menjadi waktu makan yang paling penting. Ia biasanya memulai hari dengan telur rebus dan alpukat sebagai sumber protein serta lemak sehat.

Menjelang siang, ia mengonsumsi protein bar untuk menjaga pasokan energi sebelum menikmati wrap berisi tuna atau ayam yang dipadukan dengan salad segar. Menu berikutnya berupa protein shake dan buah-buahan, sementara makan malamnya terdiri atas ayam atau ikan yang disajikan bersama nasi merah. Hari ditutup dengan protein shake sebagai bagian dari proses pemulihan otot setelah latihan.

Hal menarik lainnya, Mbappé diketahui menghindari gula rafinasi. Karbohidrat yang dipilihnya berasal dari sumber yang lebih alami seperti gandum utuh, oat, beras merah, dan umbi-umbian sehingga kadar gula darah tetap stabil dan energi tidak cepat habis.

Erling Haaland: Suka Jeroan

Striker Norwegia Erling Haaland juga memiliki kebiasaan makan yang cukup unik. Ia dikenal gemar mengonsumsi jantung dan hati sapi sebagai bagian dari menu hariannya.

Jeroan merupakan sumber protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, seng, dan berbagai mineral yang mendukung pembentukan sel darah merah serta metabolisme energi. Nutrisi tersebut sangat penting bagi atlet yang menjalani latihan dengan intensitas tinggi.

Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi jeroan tidak boleh berlebihan karena mengandung kolesterol, purin, dan vitamin A dalam jumlah tinggi. Karena itu, pola makan Haaland tidak bisa langsung dijadikan acuan bagi masyarakat umum tanpa mempertimbangkan kebutuhan masing-masing.

Lamine Yamal: Gizi Lengkap

Di usianya yang masih sangat muda, Lamine Yamal justru mengandalkan menu rumahan yang sederhana. Salah satu makanan favoritnya adalah nasi, ayam, dan saus kacang.
Kombinasi tersebut memberikan keseimbangan antara karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pembentukan otot, dan lemak sehat dari kacang. Agar lebih lengkap, ahli gizi menyarankan menu tersebut tetap dilengkapi dengan sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat.

Pola makan sederhana ini menunjukkan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal atau rumit. Yang terpenting adalah komposisi gizinya seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.

Apa yang Bisa Ditiru?

Meski menu para pesepak bola dunia terlihat menarik, penting dipahami bahwa kebutuhan gizi atlet profesional berbeda dengan masyarakat umum. Mereka berlatih selama berjam-jam setiap hari sehingga memerlukan asupan energi dan protein yang jauh lebih besar.

Namun, ada sejumlah kebiasaan positif yang bisa dijadikan inspirasi. Di antaranya adalah memilih makanan segar dibanding makanan ultra-proses, memperbanyak konsumsi karbohidrat kompleks, memenuhi kebutuhan protein berkualitas, memperbanyak sayur dan buah, membatasi gula tambahan, menjaga hidrasi, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga.

Tidak kalah penting adalah konsistensi. Hampir semua atlet elite dunia menjalankan pola hidup sehat setiap hari, bukan hanya menjelang pertandingan. Mereka memahami bahwa performa terbaik dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Pada akhirnya, rahasia kebugaran Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, Erling Haaland, maupun Lamine Yamal bukan terletak pada satu makanan tertentu. Yang membuat mereka mampu tampil konsisten di level tertinggi adalah kombinasi antara pola makan yang terencana, latihan yang disiplin, waktu istirahat yang cukup, dan komitmen menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (ist/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.