14 July 2026

Get In Touch

Buka MPLS Ramah di Malang, Mendikdasmen Tegaskan Tidak Boleh Ada Perpeloncoan di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara pembukaan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026). (Santi/Lentera)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjadi pembina upacara pembukaan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 harus bebas dari segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, maupun praktik senioritas.

Seluruh sekolah diminta menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, humanistis, dan inklusif bagi peserta didik baru.

Penegasan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat mencanangkan pelaksanaan MPLS Ramah 2026 secara nasional di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026), yang sekaligus menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

"Penekanannya pada pelaksanaan MPLS Ramah ini adalah nir-kekerasan, pelaksanaan yang humanistis. Kami juga mendorong partisipasi para murid untuk terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan," ujar Abdul Mu’ti.

Ditegaskannya, pendekatan yang mengandung unsur hukuman fisik maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik tidak boleh lagi memiliki tempat dalam pelaksanaan MPLS.

"Kami menekankan pentingnya pendekatan yang humanistis, bukan pendekatan yang menekankan aspek corporal punishment. Karena itu, berbagai bentuk perpeloncoan atas dasar senioritas maupun dalih penegakan disiplin harus kita hilangkan dari MPLS ini," tegasnya.

Menurutnya, tanggung jawab pelaksanaan MPLS berada di bawah koordinasi kepala sekolah. Karena itu, setiap satuan pendidikan diminta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prinsip humanistis, inklusif, dan partisipatif.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan, MPLS Ramah merupakan bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sejalan dengan gerakan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Ia menilai, sekolah harus menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, baik secara sosial, intelektual, spiritual, maupun fisik, tanpa membedakan latar belakang setiap murid.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, Mu’ti menyebut MPLS juga diarahkan untuk membantu peserta didik mengenali potensi diri sejak awal melalui berbagai kegiatan yang mengeksplorasi bakat dan minat.

Tak hanya itu, peserta didik juga akan memperoleh berbagai materi edukatif dari instansi terkait, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba, bahaya judi online, hingga penguatan nilai-nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan Provinsi Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MPLS Ramah 2026 tingkat nasional karena dinilai konsisten menyelenggarakan MPLS dengan baik selama beberapa tahun terakhir.

Aries kembali menegaskan, seluruh sekolah wajib menghapus praktik perpeloncoan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, esensi MPLS adalah membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, guru, serta membangun interaksi yang positif dengan sesama warga sekolah.

"Tugas utama MPLS adalah memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Tidak boleh ada perpeloncoan. Yang harus dibangun adalah bagaimana siswa mengenal sekolahnya, gurunya, dan mampu berinteraksi dengan baik," katanya.

Aries menambahkan, pada pelaksanaan MPLS tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menginisiasi penguatan materi integritas sebagai salah satu materi wajib. Para peserta didik dikenalkan pada pentingnya kejujuran, antikorupsi, serta nilai-nilai moral sejak dini.

"Materi integritas menjadi bagian penting dalam MPLS. Anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa korupsi mencederai nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab," imbuhnya.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.