21 July 2026

Get In Touch

Evolusi Lingerie as Outerwear: Tren Silky Camisole Top di Kalangan 'It Girl'

Evolusi Lingerie as Outerwear: Tren Silky Camisole Top di Kalangan 'It Girl'

SURABAYA ( LENTERA ) - Siklus tren mode memang selalu punya cara unik untuk mengejutkan kita, membalikkan apa yang tadinya dianggap usang menjadi kiblat gaya baru. Memasuki pertengahan 2026, giliran silky camisole top yang kembali naik daun dan benar-benar menguasai panggung jalanan (street style) kota-kota besar. 

Atasan berbahan satin atau sutra yang punya potongan minimalis, simpel, dan super tipis ini dulunya adalah primadona yang merajai panggung peragaan busana serta gaya kasual para bintang film Hollywood di era akhir 90-an hingga awal 2000-an. 

Menariknya, pakaian yang sempat identik dan dikurung sebagai baju tidur di dalam kamar ini sekarang justru melenggang bebas di ruang publik. Melalui konsep lingerie as outerwear yang semakin diterima luas, batas antara pakaian dalam dan pakaian luar kini menjadi sangat cair, melahirkan sebuah estetika baru yang terkesan santai, sedikit sensual, namun tetap memancarkan keanggunan yang elegan.

Jika menengok sejarah perputarannya, tren ini sebenarnya bukan barang baru yang mendadak muncul dari ruang hampa. Catatan arsip mode menunjukkan bahwa ikon budaya pop masa lalu seperti Britney Spears, Victoria Beckham, Kate Hudson, hingga Paris Hilton sudah lebih dulu memopulerkan camisole berenda ini untuk gaya kasual sehari-hari mereka. 

Pengaruh tayangan kultural seperti serial televisi Sex and the City juga memegang peranan historis yang sangat besar dalam mengubah persepsi publik, membuktikan bahwa sepotong baju satin tipis bisa terlihat sangat modis jika dibawa keluar rumah. 

Di tahun 2026, estafet popularitas Y2K tersebut diteruskan dengan sangat masif oleh barisan I't Girls' modern seperti Kendall Jenner, Hailey Bieber, hingga Addison Rae dan Zara Larsson yang kerap memamerkan OOTD menawan mereka di media sosial. 

Penata busana ternama di New York, Audree Kate Lopez, bahkan menyebut atasan sutra ini makin mencolok dan diminati karena karakternya yang sangat nyaman, fleksibel, serta fleksibel untuk dipakai di berbagai momen, mulai dari sekadar nongkrong santai hingga menghadiri festival musik besar.

Untuk pemakaian sehari-hari (daily wear), tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat baju ini tidak terlihat seperti kita baru saja bangun tidur atau lupa mengganti pakaian. Kunci utamanya terletak pada kepiawaian menyeimbangkan kelembutan serta kelenturan bahan sutra dengan elemen pakaian lain yang punya potongan lebih tegas dan kasual. 

Panduan Gaya Harian

Gaya harian paling aman dan dijamin nyaman untuk mobilitas tinggi adalah dengan memadukan silky camisole top ini bersama celana jins andalan, baik yang berpotongan straight leg maupun high-waist, atau bahkan dengan cargo pants yang terkesan tomboi. Kontras antara kain satin yang halus dengan kasarnya bahan denim atau kargo akan menciptakan impresi effortless chic yang sangat kuat. 

Agar kenyamanan harian tetap terjaga saat beraktivitas seharian, kita tinggal memakai sepatu sneakers putih yang bersih atau flat shoes minimalis. Selain itu, pemilihan warna atasan juga memegang andil besar; memilih warna-warna kalem yang sedang tren seperti muted tones (khaki, sage, atau abu-abu pucat) akan jauh lebih mudah membaur dengan suasana kasual di siang hari ketimbang warna-warna yang terlalu mengkilap atau mencolok.

Bagi yang membutuhkan fleksibilitas gaya dari siang hingga malam hari, misalnya harus lanjut menghadiri agenda formal, rapat santai, atau sekadar aesthetic dinner setelah seharian beraktivitas, atasan tipis ini tinggal disiasati dengan teknik layering yang cerdas. Kita bisa langsung mendongkrak level formalitas penampilan dengan membalut camisole menggunakan luaran yang berstruktur kuat, seperti oversized blazer, cropped jacket, atau bahkan long coat yang elegan.

Pilihan luaran berpotongan tegas ini secara otomatis menyembunyikan kesan kasual baju tidur dan menggantinya dengan aura profesional yang modis. 

Jika ingin tampil sedikit lebih berani dan feminin saat menghabiskan waktu luang, mengganti celana panjang dengan rok mini (mini skirt) yang dipadukan dengan sepatu bot semata kaki (boots) atau hak tinggi (heels) bisa menjadi opsi yang sangat memikat.

Sebagai sentuhan penutup yang krusial, tambahkan beberapa aksesori minimalis yang sengaja dipilih untuk memberikan pernyataan gaya, seperti perhiasan bernuansa emas (gold jewelry) di leher atau pergelangan tangan, serta tas berstruktur tegas (structured bag). Detail-detail kecil ini penting agar keseluruhan penampilan harian kita terlihat diniatkan dengan baik, penuh karakter, dan tetap berkelas tanpa harus terlihat berlebihan.(far,isr/dya)
--

Jenis Camisole yang ringkas, padat, dan visual-sentris 

Classic Silky Camisole
Karakteristik: Potongan simpel dan bersih (clean-cut), bermaterial satin atau sutra polos dengan tali spageti tipis.
Kesan Visual: Minimalis, elegan, dan menonjolkan kemilau alami kain.

Lace-Trimmed Camisole
Karakteristik: Memiliki aksen renda (lace) di bagian kerah (neckline) atau keliman bawah.
Kesan Visual: Feminin, sedikit sensual, dan sangat kental dengan nuansa nostalgia Y2K.

Cowl-Neck Camisole
Karakteristik: Memiliki potongan kerah yang longgar dan jatuh menjuntai secara alami di bagian dada.
Kesan Visual: Mewah, dinamis, dan memberikan dimensi volume yang anggun.

Cropped Camisole
Karakteristik: Potongan panjang baju yang sengaja didesain menggantung di atas atau tepat di batas pinggang.
Kesan Visual: Kasual, modern, dan sangat cocok untuk gaya streetwear anak muda.

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.