PALANGKA RAYA (Lentera) -Kegiatan Palangka Raya Fair 2026 yang digelar di Halaman GOR Serbaguna Kota Palangka Raya berlangsung selama seminggu, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, pada Rabu malam, 22 Juli 2026.
Zaini menyampaikan Palangka Raya Fair tidak sekadar menjadi ajang pameran tahunan, melainkan juga berperan sebagai media promosi potensi daerah, sekaligus ruang interaksi sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Kota Palangka Raya maupun daerah sekitarnya.
Berbagai produk unggulan daerah dipamerkan selama kegiatan berlangsung, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga aneka produk kreatif hasil karya pelaku UMKM.
Selama penyelenggaraan Palangka Raya Fair 2026, tercatat nilai transaksi mencapai Rp7,6 miliar dengan jumlah pengunjung lebih dari 45 ribu orang.
“Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus menggambarkan besarnya potensi kegiatan pameran daerah dalam menggerakkan roda perekonomian lokal,” papar Zaini, Kamis (23/7/2026).
Zaini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas partisipasi seluruh masyarakat yang turut serta memeriahkan kegiatan tersebut.
“Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen menjadikan Palangka Raya Fair sebagai salah satu wadah pertumbuhan ekonomi daerah, mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, serta menghadirkan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat,” tutur Zaini.
Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen. Kegiatan Palangka Raya Fair 2026 telah berlangsung dengan aman, tertib, dan meriah berkat sinergi yang kuat serta antusiasme masyarakat yang luar biasa.
Kedepannya, ia berharap Palangka Raya Fair dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan inovator muda, untuk menjadi bagian dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Palangka Raya.
Kegiatan Palangka Raya Fair 2026, diisi oleh 55 stan indoor dari sejumlah perangkat daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Bank Indonesia, Bank Kalteng, TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, serta TP PKK Kota Palangka Raya.
Selain itu diikuti juga oleh 80 stan perusahaan niaga, sekitar 210 Pedagang Kreatif Lapangan (PKL), serta 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH




.jpg)
