BANGLADESH (Lentera) - Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin telah mengundurkan diri dua tahun sebelum berakhirnya masa jabatan penuhnya selama lima tahun. Dia menyebutkan alasan kesehatan sebagai penyebab keputusannya. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya tuntutan dari partai-partai oposisi agar ia mundur.
“Pemeriksaan medis baru-baru ini mendiagnosis saya dengan kondisi yang dikenal sebagai Neuropati Otonom. Karena kondisi ini, saya kadang-kadang mengalami kehilangan kesadaran sesaat,” kata Shahabuddin dalam pernyataan yang dirilis oleh sekretaris persnya melansir Aljazeera, Jumat (24/7/2026).
Ketua Jatiya Sangsad, parlemen nasional, akan menjalankan tugas presiden sampai presiden baru terpilih, tambah pernyataan itu. Presiden baru harus dipilih dalam 90 hari ke depan, menurut konstitusi.
“Saya sakit parah… oleh karena itu, saya tidak dapat menjalankan tugas saya sebagai pejabat konstitusional,” kata Shahabuddin dalam surat kepada Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed pada Jumat (24/7/2026).
Ahmed mengatakan dia menerima pengunduran dirinya, lapor Associated Press. “Menurut Konstitusi, pengunduran diri presiden berlaku efektif setelah penyerahan surat yang ditandatangani kepada ketua parlemen,” kata juru bicara presiden, Sarwar Alam.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah laporan media bahwa Shahabuddin berbicara melalui telepon dengan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang tinggal di India, selama kunjungan mantan tersebut ke Inggris untuk perawatan medis pada Mei tahun ini, menurut The Daily Star yang berbasis di Dhaka.
Shahabuddin membantah laporan media tersebut. “Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan,” katanya kepada The Daily Star ketika ditanya tentang alasan pengunduran dirinya.
Shahabuddin telah menjadi presiden negara Asia Selatan itu sejak April 2023. Masa jabatannya seharusnya berakhir pada tahun 2028.
Shahabuddin yang berusia 76 tahun ini memimpin negara tersebut selama periode yang penuh gejolak setelah Hasina digulingkan pada Agustus 2024 oleh para demonstran muda dan hingga pemerintahan sementara dibentuk beberapa hari kemudian.
Hasina saat ini tinggal di pengasingan di ibu kota India, New Delhi, tetapi diperkirakan akan kembali ke Bangladesh pada bulan Desember, menurut kantor berita Reuters, yang melaporkan berita tentang pengunduran diri Shahabuddin pada hari Kamis. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
