28 July 2026

Get In Touch

Legislator Gerindra Ingatkan Pemprov Jatim, Lahan Pertanian Tak Tergerus Pembangunan Perumahan

Anggota DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto
Anggota DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto

SURABAYA (Lentera) – Anggota DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar menjaga keberadaan lahan pertanian sehingga tidak terus tergerus pembangunan kawasan perumahan.

Menurutnya, lahan pertanian perlu dipertahankan karena menjadi sumber penghidupan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Legislator Partai Gerindra ini mengatakan, banyak warga di daerah pemilihannya, khususnya Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebutuhan para petani agar aktivitas pertanian tetap berjalan.

“Jadi tolong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas pengairan sama dinas pertanian tolong memperhatikan warga-warga yang masih mengandalkan hidupnya dari pertanian. Mereka itu harus kita bantu, supaya mereka satu, buat memberikan nafkah pada mereka. Kedua, penghijauan terhadap desa itu tetap terjaga,” ujarnya, Senin (27/07/2026).

Ia menegaskan, pembangunan kawasan perumahan tidak boleh mengorbankan lahan produktif yang selama ini menjadi penyangga ketahanan pangan sekaligus ruang hijau.

“Jangan sekarang apa-apa dibangun-bangun perumahan-perumahan, akhirnya penghijauan hilang. Jadi ini tetap kita pertahankan penghijauannya, tapi juga kita berikan mereka peluang untuk mencari makan dari pertanian ini tersebut,” tegasnya.

Selain persoalan alih fungsi lahan, Benjamin menyebut pengairan masih menjadi kendala yang dihadapi petani. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ia menilai persoalan tersebut dapat diatasi melalui penyediaan pompa untuk mengalirkan air dari sungai menuju area persawahan.

“Jadi setelah nyeberang sana, jadi wilayah Gresik di sana, bisa dengan sebuah sungai. Ternyata hanya butuh suatu pompa untuk mengangkat air-air itu lalu masuk karena jalanan tinggi, sedangkan sungai di bawah,” ujarnya.

Benjamin menambahkan, apabila belum ada tindak lanjut dari pemerintah, masyarakat bersama DPRD siap mengupayakan solusi secara swadaya.

“Kalau terpaksa sampai mereka tidak mau bergerak juga, tadi saya bilang, yuk kita sama-sama patungan, kita swadayalah, kita beliin pompa. Begitu artinya dengan kebersamaan,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.