29 July 2026

Get In Touch

Sosialisasi BIAS 2026, Gerakan Bersama Lindungi Anak Kota Kediri

Pemkot Kediri melalui Dinkes setempat menghelar sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, Selasa (28/7/2026).
Pemkot Kediri melalui Dinkes setempat menghelar sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, Selasa (28/7/2026).

KEDIRI (Lentera) - Menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 yang akan digelar serentak pada Agustus mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaksanakan sosialisasi, Selasa (28/7/2026).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Kediri, dr. Hamida menyampaikan kegiatan ini mengundang 170 peserta dari OPD terkait, serta guru PJOK dan UKS dari SD/MI se-Kota Kediri.

Bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, dalam mendukung keberhasilan program imunisasi bagi anak usia sekolah. Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menyukseskan program imunisasi, sehingga pelaksanaannya berjalan lancar dan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi anak-anak usia sekolah.

“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Melalui rapat koordinasi ini, perwakilan sekolah diharapkan turut menyukseskan pelaksanaan BIAS mulai dari menyiapkan data sasaran peserta imunisasi, membantu pendataan siswa, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi baik untuk siswa maupun orang tua atau wali murid mengenai pentingnya imunisasi,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, orang tua dapat memahami manfaat imunisasi sehingga bersedia memberikan persetujuan bagi anak-anak mereka untuk mengikuti program tersebut.

Program BIAS merupakan imunisasi lanjutan yang diberikan kepada siswa sesuai dengan usia dan jenjang kelas. Jenis vaksin yang diberikan meliputi vaksin Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR) serta vaksin Human Papillomavirus (HPV). Khusus untuk vaksin HPV, diberikan kepada siswa perempuan sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim (serviks).

“Harga vaksin HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan tergolong mahal dan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosis yang diperlukan. Oleh karena itu, manfaaatkan program BIAS ini karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa mendapatkan vaksin secara gratis,” jelasnya.

Pelaksanaan BIAS akan berlangsung mulai Agustus hingga November, dengan jadwal dari masing-masing puskesmas wilayah. Sebelum mendapatkan imunisasi, beberapa hal yang perlu dipersiapkan yakni memastikan anak dalam kondisi sehat dan bagi orang tua harus mengisi formulir skrining kesehatan yang diberikan sekolah.

“Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Dengan mengikuti imunisasi, dapat memperkuat kekebalan tubuh anak, melindungi dari penyakit berbahaya, serta mendukung lingkungan sekolah yang sehat,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri, yang memberikan penjelasan mengenai keamanan vaksin serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memaparkan tata laksana pelaksanaan vaksinasi BIAS.

Dengan pemaparan materi dari narasumber diharapkan, dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai keamanan, manfaat dan teknis pelaksanaan imunisasi di sekolah.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari guru PJOK SDN Gayam 1, Luhung Dian Arga menuturkan, pelaksanaan sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tiap tahun di sekolahnya berjalan dengan baik, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan peserta didik.

Ia menila, anak yang mendapatkan imunisasi, memiliki kondisi kesehatan yang baik, jarang sakit sehingga dapat mengikuti kegiatan sekolah dengan lancar.

Pelaksanaan imunisasi di sekolahnya, juga mendapat dukungan dari orang tua dengan presentase sebesar 80–90 persen.

“Sebelum kegiatan dilaksanakan, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan koordinasi dan sosialisasi dengan perwakilan orang tua atau komite sekolah. Melalui pertemuan tersebut, sekolah menyampaikan rencana pelaksanaan imunisasi,” ungkapnya.

Respon senada juga disampaikan guru SD swasta di Kelurahan Bandar Kidul, Neda yang menyampaikan, kegiatan tersebut sangat luar biasa dan dapat menambah pengetahuannya mengenai tujuan dan manfaat imunisasi.

Menurutnya, sebagai tenaga pendidik yang mendampingi langsung anak-anak saat pelaksanaan imunisasi, dirinya membutuhkan informasi yang jelas dan lengkap agar bisa memberikan penjelasan yang benar kepada siswa maupun orang tua.

“Seperti tahun- tahun sebelumnya, alhamdulillah selama pelaksanaan BIAS orang tua siswa di sekolah kami sangat mendukung dan antusias. Mereka memahami bahwa imunisasi sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak,” katanya.

Ia berharap, pelaksanaan Bulan Imunisasi ke depannya dapat semakin sukses dan lancar, sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat dari imunisasi.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.