06 August 2026

Get In Touch

Jepang Ciptakan 'Kulkas Manusia' Hadapi Panas Ekstrem

Jepang Ciptakan 'Kulkas Manusia' Hadapi Panas Ekstrem

SURABAYA (LENTERA ) - Jepang kembali memperkenalkan inovasi teknologi yang tak biasa. Kali ini, bukan robot atau kendaraan canggih, melainkan sebuah bilik pendingin yang dirancang khusus untuk manusia. Perangkat bernama Do Hiemon Box itu diklaim mampu menurunkan suhu tubuh dan memberikan sensasi sejuk hanya dalam waktu sekitar lima menit. 

Kehadirannya menjadi salah satu jawaban atas meningkatnya ancaman gelombang panas yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering melanda Negeri Sakura akibat perubahan iklim.

Berbeda dengan kulkas konvensional yang digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, Do Hiemon Box merupakan bilik berukuran satu orang yang memungkinkan pengguna masuk, duduk, dan didinginkan oleh hembusan udara bersuhu rendah. Produk tersebut dikembangkan oleh perusahaan pendingin asal Jepang, SDRS, sementara pemasarannya ditangani oleh pemasok peralatan industri Trusco Nakayama. 

Sasaran utamanya bukan konsumen rumah tangga, melainkan perusahaan dan institusi yang memiliki pekerja di lingkungan bersuhu tinggi, seperti proyek konstruksi, pabrik, gudang, sekolah, hingga berbagai area luar ruangan.

Melansir Gizmochina, desain Do Hiemon Box terinspirasi dari mesin penjual otomatis atau vending machine, salah satu ikon yang sangat mudah ditemui di Jepang. Bentuk luar perangkat memang menyerupai vending machine, tetapi bagian dalamnya dimodifikasi menjadi ruang pendingin lengkap dengan kursi untuk satu orang.

Saat pengguna berada di dalam bilik, suhu ruangan dipertahankan di kisaran 15 derajat Celsius. Pada saat bersamaan, udara dingin dengan suhu sekitar 5 derajat Celsius diarahkan ke bagian kepala, leher, bahu, dan punggung. Area-area tersebut dipilih karena menjadi titik penting dalam proses pelepasan panas tubuh sehingga pendinginan dapat berlangsung lebih efektif.

Menurut klaim pengembang, pengguna mulai merasakan sensasi dingin setelah berada di dalam bilik selama sekitar lima menit. Jika digunakan hingga 10 menit, perangkat tersebut diklaim mampu membantu menurunkan suhu tubuh sekaligus meredakan gejala heat exhaustion, yakni kondisi kelelahan akibat paparan panas yang berkepanjangan. 

Untuk alasan keselamatan, Do Hiemon Box juga dibekali tiga mode pendinginan serta sistem yang secara otomatis menghentikan operasi setelah digunakan selama 20 menit agar tubuh tidak mengalami pendinginan berlebihan.

Selain menawarkan kemampuan pendinginan yang cepat, perangkat ini juga diklaim lebih hemat energi dibandingkan pendingin ruangan konvensional. SDRS menyebut konsumsi listrik Do Hiemon Box hanya sekitar setengah dari kebutuhan listrik spot air conditioner (AC). 

Proses pemasangannya pun jauh lebih sederhana karena tidak memerlukan instalasi permanen dan telah dilengkapi roda sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan.

Karakteristik tersebut membuat Do Hiemon Box diproyeksikan sebagai fasilitas keselamatan kerja di berbagai lokasi dengan suhu tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan di Jepang mulai mencari solusi untuk melindungi pekerja dari risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, terutama setelah pemerintah semakin memperketat perhatian terhadap keselamatan pekerja selama musim panas.

Dijual Rp164 Juta

Meski menawarkan teknologi baru, harga perangkat tersebut tidak murah. Do Hiemon Box dipasarkan di Jepang dengan harga sekitar 1,5 juta yen atau setara Rp164 juta, belum termasuk pajak. Karena nilai investasinya cukup besar, produk ini lebih ditujukan untuk sektor industri, perusahaan, dan lembaga pemerintah dibandingkan penggunaan pribadi.
Sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat, pada awal 2026 satu unit Do Hiemon Box disumbangkan ke Balai Kota Maebashi (Maebashi City Hall). 

Selama jam operasional, masyarakat dapat mencoba menggunakan bilik pendingin tersebut secara gratis. Langkah ini sekaligus menjadi uji coba bagaimana fasilitas pendinginan semacam itu dapat dimanfaatkan sebagai layanan publik ketika suhu udara meningkat drastis.

Kehadiran Do Hiemon Box tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya ancaman gelombang panas di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Japan Meteorological Agency (JMA) berulang kali mencatat suhu musim panas menembus lebih dari 35 derajat Celsius di berbagai wilayah, bahkan mendekati 40 derajat Celsius di sejumlah daerah. Bersamaan dengan itu, pemerintah Jepang secara rutin mengeluarkan Heatstroke Alert ketika indeks panas atau Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Data Fire and Disaster Management Agency (FDMA) menunjukkan bahwa setiap musim panas puluhan ribu orang harus mendapatkan perawatan medis akibat heatstroke. Lansia masih menjadi kelompok paling rentan, namun pekerja lapangan juga menghadapi risiko tinggi karena harus bekerja dalam kondisi panas berkepanjangan. Dalam beberapa tahun terakhir, angka korban heatstroke terus meningkat seiring frekuensi gelombang panas yang semakin tinggi.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Jepang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gelombang panas sebagai salah satu ancaman kesehatan paling mematikan akibat perubahan iklim. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi, heat cramps, heat exhaustion, hingga heatstroke yang berpotensi berujung pada kematian apabila tidak segera ditangani. 

WHO juga mengingatkan bahwa pekerja luar ruangan, lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem.

Sementara itu, World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi periode terpanas dalam sejarah pencatatan iklim modern. Organisasi tersebut memperkirakan frekuensi serta intensitas gelombang panas akan terus meningkat akibat perubahan iklim global, sehingga berbagai negara perlu mengembangkan langkah-langkah adaptasi untuk melindungi masyarakat.

Dalam konteks itulah, Do Hiemon Box dipandang bukan sekadar inovasi teknologi unik, melainkan bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain membantu menjaga kenyamanan pekerja, bilik pendingin portabel ini diharapkan dapat mengurangi risiko heatstroke, meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan angka kecelakaan kerja yang dipicu oleh penurunan konsentrasi akibat suhu panas. 

Jika tren kenaikan suhu terus berlanjut, bukan tidak mungkin fasilitas seperti Do Hiemon Box akan semakin banyak hadir di kawasan industri, proyek konstruksi, hingga ruang-ruang publik di Jepang sebagai standar baru perlindungan terhadap cuaca ekstrem.(far,ist/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.