31 July 2026

Get In Touch

Wamenkes Apresiasi Capaian Pencegahan TB di Kota Malang, TPT Tembus 68 Persen

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus meninjau Puskesmas Cisadea, Blimbing, Kota Malang, Kamis (30/7/2026). (Santi/Lentera)
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus meninjau Puskesmas Cisadea, Blimbing, Kota Malang, Kamis (30/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benyamin Paulus Octavianus menyebut pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Kota Malang hingga saat ini berhasil mencakup 68 persen.

Untuk itu upaya pencegahan tuberkulosis (TB) di Kota Malang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

"Kota Malang ini sudah cukup bagus. Sudah 68 persen angka Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Untuk ukuran nasional, itu sangat tinggi," ujarnya, ditemui usai meninjau Puskesmas Cisadea Kota Malang, Kamis (30/7/2026).

Menurut Benyamin, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia. Karena itu, pemerintah kini memperkuat strategi penanggulangan TB, tidak hanya dengan mengobati pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga memperluas upaya pencegahan melalui pelacakan terhadap orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien.

Dijelaskannya, capaian penanganan TB di Indonesia sebenarnya menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Saat ini, lebih dari 80 persen kasus TB yang ditemukan telah mendapatkan pengobatan. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 5 tahun lalu, ketika tingkat penemuan kasus baru mencapai sekitar 48 persen.

Meski demikian, Benyamin menilai upaya tersebut belum sepenuhnya mampu memutus rantai penularan. Selama ini, penanganan lebih banyak berfokus pada pasien yang sudah sakit, sementara kelompok yang memiliki risiko tinggi, yakni kontak serumah, belum mendapatkan perhatian secara optimal.

Ditambahkan, pemerintah kini mendorong seluruh daerah untuk lebih aktif melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga atau penghuni rumah yang tinggal bersama pasien TB. Langkah tersebut diikuti dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang belum terinfeksi atau belum mengalami gejala TB, maka yang bersangkutan akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Pemberian terapi ini diharapkan mampu mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit aktif sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Reporter: Santi Wahyu|Editor; Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.