MALANG (Lentera) -Nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang mencapai Rp1,73 triliun pada Juni 2026.
Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital, volume transaksi juga melonjak 94,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 21,9 juta transaksi.
"Kota Malang masih menjadi kontributor terbesar dengan 15,01 juta transaksi atau sekitar 68,5 persen dari total volume, serta nominal transaksi sebesar Rp1,06 triliun atau sekitar 61,6 persen dari total nominal transaksi di wilayah kerja BI Malang," ujar Asisten Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR) Kantor Perwakilan BI Malang, Tri Riasari, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya Kabupaten Malang menempati posisi kedua dengan volume transaksi mencapai 2,56 juta transaksi dan nominal sebesar Rp243,83 miliar.
Disusul Kota Batu dengan 1,25 juta transaksi senilai Rp118,66 miliar, Kota Pasuruan sebanyak 1,22 juta transaksi dengan nominal Rp114,79 miliar, Kabupaten Pasuruan 771.718 transaksi senilai Rp76,18 miliar, Kota Probolinggo 632.780 transaksi dengan nominal Rp66,14 miliar, serta Kabupaten Probolinggo 457.382 transaksi dengan nilai transaksi Rp43,97 miliar.
Sari mengatakan, peningkatan transaksi QRIS terus terjadi dari tahun ke tahun. Namun, pertumbuhan jumlah pengguna baru mulai melambat karena tingkat adopsi QRIS di masyarakat sudah semakin tinggi.
"Volume transaksi QRIS terus meningkat setiap tahun. Tetapi pertumbuhan jumlah pengguna baru mulai menurun karena tingkat adopsinya sudah tinggi. Mungkin sudah semakin banyak masyarakat yang menggunakan QRIS di tahun-tahun sebelumnya," papar Sari.
Ditambahkannya, Bank Indonesia setiap tahunnya juga menetapkan target peningkatan transaksi maupun penambahan pengguna QRIS. Meski pertumbuhan pengguna baru tidak lagi setinggi beberapa tahun lalu, intensitas penggunaan QRIS oleh masyarakat terus meningkat sehingga mendorong kenaikan volume maupun nilai transaksi.
Sari mengatakan BI terus memperluas kerja sama lintas negara agar pembayaran QRIS dapat digunakan di lintas negara (cross-border QR payment). Menurutnya, saat ini QRIS telah dapat digunakan untuk bertransaksi di 6 negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.
"Sekarang sedang penjajakan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan India. Supaya warga kita nanti yang melaksanakan ibadah umrah dan haji juga lebih mudah bertransaksi. Tujuannya memang untuk memberikan kemudahan pembayaran lintas negara," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
