SURABAYA (Lentera) - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa 2, setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.
Dudy mengatakan evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja operator, mengingat kapal tersebut dilaporkan telah dua kali mengalami kebakaran.
"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi 'lesson learned' buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," katanya di Surabaya mengutip Antara, Senin (3/8/2026) dini hari.
Selain evaluasi terhadap operator, Kementerian Perhubungan masih memprioritaskan pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi, karena masih terdapat kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.
Menurut Dudy, perbedaan antara data manifes dan kondisi di lapangan, antara lain disebabkan adanya penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa pembaruan manifes.
Selain itu, ditemukan lima anak yang belum tercatat dalam manifes, sehingga menjadi bahan evaluasi penyelenggara pelayaran.
Ia menegaskan, pencatatan seluruh penumpang penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan sekaligus memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung untuk anak-anak.
Dudy menambahkan, proses pencocokan manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah teridentifikasi.
Sementera itu, berdasarkan data Posko Basarnas, hingga pembaruan sekitar pukul 22.20 WIB sebanyak 236 korban telah dievakuasi, terdiri atas 231 orang selamat dan lima meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, 113 korban atau 111 selamat dan dua meninggal telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KM Meratus Pematang Siantar.
Dengan demikian, masih terdapat 123 korban lainnya, terdiri atas 120 selamat dan tiga meninggal dunia, yang dievakuasi menggunakan kapal-kapal lain menuju tempat penanganan sesuai koordinasi tim SAR gabungan.
Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, dengan KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi korban terbanyak, disusul TB Hasnur 26, Meratus Project 3, Selaras Mas, Ferindo I, SC Aila XVII, British Mentor, serta kapal lain yang turut membantu operasi penyelamatan.
Operasi SAR juga didukung KN SAR 249 Permadi, RIB 01 Sumenep, KRI Nala-363, KRI Bung Hatta-370, armada kapal sipil, kendaraan penyelamat, peralatan water rescue, dan perlengkapan medis lengkap.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
