04 August 2026

Get In Touch

Tragedi Ceuta, 90 Orang Imigran Tewas saat Menuju Spanyol dari Maroko

Para migran tanpa dokumen sebagian besar pria muda memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, secara ilegal mulai kembali ke Maroko, setelah menyadari kecilnya peluang mereka untuk mendapatkan status legal di Spanyol (31/7/2026). (foto:ist/An
Para migran tanpa dokumen sebagian besar pria muda memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, secara ilegal mulai kembali ke Maroko, setelah menyadari kecilnya peluang mereka untuk mendapatkan status legal di Spanyol (31/7/2026). (foto:ist/An

SPANYOL (Lentera) - Jumlah migran yang tewas saat mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, dari Maroko mencapai 90 orang, menurut laporan stasiun radio Cadena Ser pada Minggu (2/8/2026), mengutip beberapa sumber.

Melansir Antara, Senin (3/8/2026), aparat penegak hukum Spanyol telah menemukan 74 jenazah, sementara pihak berwenang Maroko telah menemukan 16 jenazah lainnya, menurut laporan tersebut.

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko. Pada Jumat, walikota-presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas mengatakan sekitar 60.000 orang telah memasuki kota dari Maroko dalam satu hari.

Kerusuhan pun pecah di tengah krisis tersebut, serta tambahan unit polisi, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.

Ceuta adalah daerah kantong Spanyol di pantai utara Afrika, terletak di perbatasan dengan Maroko.

Bersama dengan Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika dan dianggap sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal ke Uni Eropa.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.