04 August 2026

Get In Touch

Kesalahan Makeup Pemicu Wajah Terlihat Lelah

Kesalahan Makeup Pemicu Wajah Terlihat Lelah

SURABAYA ( LENTERA ) - Makeup selama ini identik dengan upaya membuat wajah tampak lebih segar, cerah, dan percaya diri. Namun, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat memberikan efek sebaliknya. Penggunaan concealer yang berlebihan, melewatkan blush, hingga pemakaian bedak terlalu tebal menjadi beberapa kesalahan paling umum yang membuat wajah terlihat kusam, lelah, bahkan tampak lebih tua.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai rekomendasi dari makeup artist internasional dan pakar kecantikan yang menekankan bahwa riasan modern tidak lagi berfokus pada penggunaan produk sebanyak mungkin, melainkan teknik aplikasi yang tepat serta menjaga tekstur alami kulit.

Di era tren "skin-first makeup" yang berkembang di berbagai negara, mulai dari Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat, tampilan makeup natural dengan kulit sehat semakin menjadi standar. Alih-alih menutupi seluruh tekstur wajah, banyak profesional justru menyarankan penggunaan produk secara tipis agar hasil akhir terlihat ringan.

Concealer Terlalu Tebal 

Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan adalah mengaplikasikan concealer dalam jumlah berlebihan, terutama pada area bawah mata.

Banyak orang beranggapan semakin banyak concealer digunakan, semakin sempurna lingkaran hitam akan tertutupi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Produk yang terlalu tebal cenderung berkumpul di lipatan bawah mata. Akibatnya, garis-garis halus menjadi semakin terlihat dan hasil makeup tampak pecah atau cakey. Area bawah mata pun kehilangan kesan segar.

Sejumlah makeup artist internasional, termasuk Lisa Eldridge, menyarankan penggunaan concealer hanya pada titik-titik yang benar-benar membutuhkan koreksi warna, kemudian dibaurkan secara perlahan menggunakan jari, spons, atau kuas agar menyatu dengan kulit.
Pendekatan serupa juga banyak diterapkan dalam teknik makeup Korea yang mengutamakan lapisan tipis (thin layering) dibanding menumpuk produk sekaligus.

Tidak Menggunakan Blush

Kesalahan berikutnya adalah melewatkan penggunaan blush atau perona pipi.
Setelah foundation dan bedak diaplikasikan, warna alami wajah biasanya ikut tertutup. Jika tidak dikembalikan dengan blush, wajah akan tampak datar, pucat, dan kurang hidup.
Menurut sejumlah editorial kecantikan dari media internasional seperti Allure, Byrdie, hingga Harper's Bazaar, blush menjadi salah satu produk yang mampu memberikan efek wajah lebih sehat hanya dalam beberapa sapuan.

Tren "healthy flush" yang populer di media sosial bahkan menjadikan blush sebagai produk utama dibandingkan contour yang berat.

Pemilihan warna juga menjadi faktor penting. Untuk kulit hangat (warm undertone), warna peach atau coral sering direkomendasikan. Sementara kulit dengan cool undertone lebih cocok menggunakan rona pink atau rose.
Aplikasi secukupnya pada bagian apel pipi, kemudian dibaurkan ke arah pelipis, dinilai mampu menciptakan efek wajah yang lebih muda dan segar.

Bedak Berlebihan

Kesalahan lain yang masih sering terjadi adalah penggunaan bedak secara berlebihan.
Banyak orang beranggapan semakin banyak bedak diaplikasikan, semakin tahan lama makeup yang dihasilkan. Padahal, penggunaan bedak yang terlalu tebal justru menghilangkan kilau alami kulit.

Bedak yang menumpuk dapat mempertegas tekstur wajah, terutama di area bawah mata, sekitar hidung, serta garis senyum. Hasil akhirnya membuat kulit terlihat kering, kusam, bahkan menambah kesan usia.

Sejumlah ahli kecantikan dari American Academy of Dermatology juga mengingatkan bahwa kulit yang mengalami dehidrasi akan semakin mudah menunjukkan garis halus ketika tertutup produk berbentuk bubuk dalam jumlah banyak.

Karena itu, makeup artist kini lebih menyarankan teknik strategic powdering, yakni hanya mengaplikasikan bedak pada area yang mudah berminyak seperti dahi, hidung, dan dagu atau yang dikenal sebagai T-zone.
Sementara area pipi dibiarkan tetap memiliki sedikit kilau alami agar wajah tampak lebih sehat.

Tren Tampilan Natural

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecantikan global mengalami perubahan besar.
Jika sebelumnya makeup identik dengan coverage tinggi dan hasil matte sempurna, kini tren bergeser menuju tampilan yang lebih ringan dan realistis.

Fenomena seperti "clean girl makeup", "glass skin", hingga "skinimalism" yang dipopulerkan melalui TikTok dan Instagram mendorong penggunaan produk seminimal mungkin dengan fokus pada kesehatan kulit.
Banyak merek kosmetik internasional juga mulai mengembangkan foundation, concealer, hingga bedak dengan formula yang lebih ringan dan mengandung bahan perawatan kulit (skincare-infused makeup), sehingga hasil riasan tetap natural sekaligus nyaman dipakai sepanjang hari.

Menurut para pakar kecantikan, keberhasilan makeup tidak ditentukan oleh banyaknya produk yang digunakan, melainkan keseimbangan antara teknik aplikasi, pemilihan warna yang sesuai, serta kondisi kulit yang terawat.(far,ist/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.