04 August 2026

Get In Touch

PWI Jatim Dorong Pers Jadi Mitra Strategis Perkuat Fiskal Daerah

Foto bersama di sela Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V di Lamongan, Senin (3/8/2026).
Foto bersama di sela Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V di Lamongan, Senin (3/8/2026).

LAMONGAN (Lentera) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Luthfil Hakim, menyebut pers tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi. Di tengah tantangan kemandirian fiskal daerah menjadi tantangan besar yang harus mendapat perhatian bersama, maka kalangan pers harus turut memperhatikan dengan memperkuat kajian fiskal di tengah kondisi ketahanan fiskal daerah yang masih rendah.

Pesan itu disampaikan Luthfil saat membuka Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V di Lamongan, Senin (3/8/2026). Dia menandaskan bahwa insan media dituntut mampu menghadirkan kritik berbasis data sekaligus menawarkan solusi nyata bagi pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," tegasnya.

Ia menegaskan, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Melalui pemberitaan yang didukung riset dan analisis yang kuat, media diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang efektif untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan sehingga berkontribusi terhadap peningkatan PAD dan memperkuat kemandirian fiskal.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfil juga menyoroti potensi besar Kabupaten Lamongan di sektor pertanian. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, tingginya produksi padi harus dibarengi dengan dukungan penyediaan benih berkualitas, irigasi yang memadai, pupuk, hingga infrastruktur pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Lamongan menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur dan berperan penting dalam menopang produksi beras provinsi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan PAD tahun 2025 mencapai sekitar Rp680,8 miliar atau meningkat sekitar 21,7 persen dibanding target tahun sebelumnya. Target tersebut dinilai membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, agar berbagai potensi ekonomi daerah dapat dimaksimalkan.

Luthfil berharap PWI Lamongan mampu memperkuat fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.

Pada rangkaian Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V, peserta juga memilih kepengurusan baru. Forum yang diikuti puluhan anggota itu menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Kabupaten Lamongan untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Terpilihnya Kadam diharapkan semakin memperkuat profesionalisme wartawan di Lamongan sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui jurnalisme yang berkualitas, independen, dan berorientasi pada solusi. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.