04 August 2026

Get In Touch

Waketum MUI KH Marsudi Syuhud Siap Maju Calon Ketum PBNU

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud. (foto:ist/Ant/MUI)
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud. (foto:ist/Ant/MUI)

JAKARTA (Lentera) - Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud menyatakan kesiapannya untuk maju, dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35.

Langkah diambilnya merespons aspirasi dan dorongan dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para kiai dari berbagai daerah di Indonesia.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar Kiai Marsudi dalam keterangannya di Jakarta mengutip Antara, Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan, seluruh perjalanan hidupnya tidak pernah lepas dari semangat khidmah (pengabdian). Oleh karena itu, ketika dorongan tersebut datang dari pengurus daerah, ia menyatakan kesiapannya.

“Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya, baik itu khidmah lil 'ilmi (pengabdian pada ilmu), khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama. Kalau niatnya sudah begitu, saya yakin semuanya terasa ringan,” tegasnya.

Kiai Marsudi juga menambahkan, pentingnya pengalaman berorganisasi secara berjenjang sebelum memimpin sebuah lembaga besar.

“Sebelum menjadi 'Ketua Umum', minimal harus terbiasa menjadi 'umumnya ketua'. Kita sudah terbiasa melewati proses dari bawah agar memahami refleksinya. Jadi ketika ada masalah, insting dan sensorik organisasi kita sudah terlatih untuk melakukan perbaikan,” paparnya.

Dukungan terhadap Kiai Marsudi terus mengalir dari jajaran pengurus tingkat cabang. Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo menilai dinamika menjelang Muktamar membutuhkan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga independensi PBNU.

“Dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal baik dan ada yang perlu diperbaiki. Di tengah dinamika elite PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menghadirkan figur yang lebih baik dan amanah,” ungkap Juni.

Menurut Juni, komunikasi intensif untuk menyatukan suara telah dilakukan bersama sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

“Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif, dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso menegaskan bahwa Kiai Marsudi memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni untuk memimpin PBNU.

“Beliau jelas latar belakangnya, jelas ketokohannya, dan jelas kiprahnya. Kader Nahdliyin pasti mengakui kapasitas beliau. Peran beliau tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Eko.

Eko menyoroti, keaktifan Kiai Marsudi dalam berbagai forum internasional yang mengusung isu perdamaian dunia.

“Beliau aktif sebagai pembicara perdamaian dunia di Global Peace Foundation. Beliau kerap mempromosikan nilai moderasi Islam, Pancasila, dan kerukunan antaragama di berbagai forum internasional. Tidak sembarang orang bisa diundang dan menjadi pembicara di tingkat global seperti itu,” katanya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.