Tim SPU Tekad Serap Aspirasi di Tuban, Dorong BUMDes Jenggolo jadi Model Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Perikanan
TUBAN (Lentera) - Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Prof. Dr. Zainudin Maliki melaksanakan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Tuban, dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan pengkajian implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kegiatan ini juga membahas arah kebijakan pengembangan BUMDes, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan era industri, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam memperkuat ekonomi desa.
Salah satu agenda kunjungan dilaksanakan di BUMDes Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penasehat Menteri Desa PDT Prof. Dr. Zainudin Maliki, unsur Kecamatan, Kasi PPM Syaifuddin Jenu, Pemerintah Desa Jenggolo, jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tuban, pengurus BUMDes, serta berbagai pemangku kepentingan.
Turut hadir pula Tim Strategic Policy Unit (SPU) Program TEKAD Kementerian Desa PDT, yaitu Prof. Dr. Zainudin Maliki selaku Executive Secretary, Elli Oschar sebagai Analytical Data Advisor, M. Arif'an, S.H., M.H. sebagai Rural Development and Community Empowerment Advisor, serta Sulyantarudin sebagai Associate Village Economic Development Advisor.
Mewakili Kepala Desa Jenggolo, Sekretaris Desa Wiwik Sri Lestari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan kerja Penasehat Menteri Desa PDT beserta jajaran ke Desa Jenggolo. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi motivasi bagi desa untuk terus mengembangkan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Prof. Dr. Zainudin Maliki beserta Tim SPU TEKAD Kementerian Desa PDT ke Desa Jenggolo. Kami berharap BUMDes Jenggolo mampu meningkatkan perekonomian desa dan berjalan selaras dengan Program Koperasi Desa Merah Putih. Besar harapan kami, kunjungan ini dapat membuka peluang dukungan program, pendampingan, maupun tambahan bantuan untuk pengembangan potensi desa," ujar Wiwik Sri Lestari.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Zainudin Maliki menegaskan, bahwa BUMDes harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Pengelolaan usaha desa harus semakin profesional, inovatif, memanfaatkan digitalisasi serta teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengkajian terhadap implementasi PP Nomor 11 Tahun 2021 bertujuan memastikan regulasi tersebut tetap relevan dengan kebutuhan desa saat ini dan mampu memperkuat peran BUMDes sebagai pilar utama pembangunan ekonomi desa.
Prof. Zainudin Maliki juga memperkenalkan, Program SEHATI sebagai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa melalui penyusunan proposal yang berkualitas untuk memperoleh dukungan pengembangan usaha desa.
"BUMDes harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi lokal. Pemerintah desa harus mampu memanfaatkan berbagai peluang program, termasuk Program SEHATI, sehingga usaha desa dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan," jelas Prof. Zainudin Maliki.
Sementara itu, unsur Muspika Kecamatan Jenu menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Desa PDT terhadap pengembangan BUMDes di wilayahnya. Muspika berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat agar potensi ekonomi desa dapat berkembang secara optimal.
"Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga BUMDes mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat potensi lokal, serta menciptakan kesejahteraan yang merata bagi warga desa," ungkap perwakilan Muspika Kecamatan Jenu.
Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa salah satu usaha unggulan BUMDes Jenggolo adalah sektor perikanan tambak ikan bandeng yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menambahkan arah pengembangan tersebut, M. Arif'an, S.H., M.H., Rural Development and Community Empowerment Advisor Program TEKAD Kementerian Desa PDT, mendorong agar BUMDes membangun sistem bisnis yang memiliki kepastian pasar.
"BUMDes Jenggolo yang fokus pada perikanan tambak ikan bandeng, kalau bisa dikolaborasikan dengan SPPG terdekat menjadi pemasok rutin untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian hasil tambak ikan bandeng sudah memiliki pembeli yang jelas. Selain itu perlu dikembangkan produk olahan seperti bandeng presto agar memiliki nilai tambah. Dengan siklus panen enam bulan, perlu diupayakan pengelolaan panen secara bertahap setiap minggu dari sekitar 20.000 benih ikan bandeng yang telah ditebar sehingga pasokan tetap berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar," ujar M. Arif'an.
Menurutnya, strategi tersebut akan menciptakan rantai bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa.
Melalui kunjungan kerja ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis sebagai bahan penyempurnaan implementasi PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, sehingga BUMDes di seluruh Indonesia semakin profesional, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden melalui pemerataan ekonomi, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan pengentasan kemiskinan dari desa.
Penulis: Mukhlis/Editor: Aise





.jpg)
