YANGON (Lentera) - Lebih dari 40.000 orang terdampak banjir pada 30 Juli hingga 7 Agustus 2026, setelah tanggul Sungai Ngawun jebol di daerah Ayeyarwady, Myanmar, kata seorang juru bicara kantor presiden, mengutip Kementerian Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Permukiman Myanmar.
Jebolnya tanggul tersebut terjadi di Laymyethna, Ayeyarwady, pada 30 Juli setelah ditemukan semburan pasir dan penurunan permukaan tanah, sebagaimana warta Xinhua mengutip Antara, Minggu (9/8/2026).
Untuk membantu para korban banjir, sejumlah kamp bantuan sementara telah dibuka.
Hingga Jumat (7/8/2026) malam waktu setempat, ketinggian banjir di sejumlah ward (sebutan untuk salah satu jenis wilayah administratif di Myanmar) perkotaan berangsur turun, sementara sekitar 35 persen layanan komunikasi telah pulih.
Bantuan makanan terus disalurkan kepada masyarakat yang terdampak, dengan lebih dari 146 juta kyat Myanmar (100 kyat Myanmar = Rp852) telah disumbangkan untuk upaya bantuan.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
