09 August 2026

Get In Touch

FMP ke-11 di Kota Bogor, Ribuan Warga Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 500 Meter

Bendera sepanjang 500 meter dalam Kirab Merah Putih di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). (foto:ist/Ant/Pemkot Bogor)
Bendera sepanjang 500 meter dalam Kirab Merah Putih di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). (foto:ist/Ant/Pemkot Bogor)

BOGOR (Lentera) - Ribuan warga mengikuti kirab bendera Merah Putih raksasa sepanjang 500 meter dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11 di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan kirab dengan total panjang bendera mencapai 500 meter menjadi pembeda FMP tahun ini, dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

"FMP yang ke-11 ini spesial karena ada lima rangkaian bendera, satu bendera panjangnya 100 meter. Panitia saja kurang lebih 3.200 orang, di luar masyarakat yang ikut serta tumpah ruah ke jalan," kata Dedie di Bogor mengutip Antara, Minggu (9/8/2026).

Warga melaksanakan kirab dari Tugu Kujang dengan membawa lima bendera Merah Putih masing-masing sepanjang 100 meter, kemudian melintasi Jalan Otto Iskandar Dinata, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenderal Sudirman hingga Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).

Dedie menjelaskan, masyarakat dari berbagai kalangan turut memeriahkan kirab tersebut, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

"Sejumlah peserta dan tamu dari luar daerah, seperti Bandung, Samarinda dan Medan, juga hadir mengikuti kemeriahan rangkaian FMP ke-11," jelasnya.

Dedie menyebut, Festival Merah Putih telah menjadi tradisi masyarakat Kota Bogor yang secara konsisten diselenggarakan selama 11 tahun untuk menyemarakkan peringatan HUT Republik Indonesia.

"Ini tradisi yang sudah dibangun dari Bogor dan sudah berlangsung yang ke-11 kali. Ini meneguhkan komitmen kita semua, warga Bogor, untuk selalu membangkitkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan tentu saja terus membangun kecintaan kepada Tanah Air dan bangsa," terangnya.

Ia menjelaskan, rangkaian FMP tahun ini berlangsung sejak Minggu pagi hingga sore dengan berbagai kegiatan, termasuk pengibaran dan penurunan bendera yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Menurut Dedie, antusiasme masyarakat dalam mengikuti FMP juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi Kota Bogor karena turut menarik kedatangan masyarakat dari luar daerah.

"Mulai dari anak kecil, pelajar, perguruan tinggi berbaur menjadi satu bersama masyarakat dari berbagai kalangan. Semuanya terlihat bergembira dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Ini juga ternyata memiliki dampak ekonomi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat mengapresiasi Pemerintah Kota Bogor dan panitia yang konsisten menyelenggarakan Festival Merah Putih.

Menurut Herman, kirab tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan simbolik, tetapi juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

"Ini luar biasa, karena bukan hanya simbolik, tapi bagaimana kita mengkirabkan spirit perjuangan yang sudah dilakukan para pendahulu kita dulu hingga bangsa ini merdeka," ujar Herman.

Ia mengatakan, generasi saat ini memiliki tugas mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dengan semangat perjuangan yang sama seperti para pendahulu bangsa.

"Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menekan kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.