17 August 2026

Get In Touch

Makin Meluas, Kebakaran di Kawasan Bromo Capai 1.120 Hektare

Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)
Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) makin meluas, diperkirakan mencapai sekitar 1.120,3 hektare hingga, Kamis (13/8/2026) malam.

Upaya pemadaman terus dilakukan melalui operasi darat dan udara, dengan total air yang telah digunakan dalam operasi water bombing mencapai 343.800 liter.

"Luasan tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan ulang masih dilakukan. Vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi cemara gunung, mentingen, akasia, serta semak belukar. Wilayah terdampak saat ini meluas di kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta yang mengarah ke Sruni Point serta Dingklik," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, melalui keterangan resminya, Kamis (13/8/2026) malam.

Diketahui, kebakaran tersebut bermula dari titik api yang terpantau di kawasan kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur/Bantengan, wilayah administratif Kabupaten Probolinggo, pada 3 Agustus 2026. Pada 5 Agustus 2026, arah angin membawa api hingga menjalar ke wilayah administratif Kabupaten Malang.

Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi darat dan udara. Untuk operasi udara, 3 helikopter BNPB digunakan secara bergantian dengan mengikuti standar operasional penerbangan.

Pada Kamis (13/8/2026), operasi water bombing dilaporkan telah melakukan 26 rit dalam dua sortie dengan total 64.000 liter air.

"Rinciannya, helikopter PK-DAP dengan kapasitas 1.000 liter melakukan water bombing di wilayah Seruni Bromo sebanyak enam rit. Kemudian PK-DBM dengan kapasitas 1.000 liter melakukan water bombing di kawasan Bukit Kingkong/Bukit Cinta sebanyak enam rit," ungkap Purwoto.

Sementara itu, menurutnya PK-DAN dengan kapasitas 4.000 liter melakukan water bombing di wilayah Seruni Bromo sebanyak 13 rit. "Dengan operasi tersebut, total air yang telah digunakan dalam operasi water bombing hingga Kamis mencapai 343.800 liter," katanya.

Namun, operasi udara sempat dihentikan sementara pada pukul 12.41 WIB hingga 13.22 WIB. Kondisi kabut dan kepulan asap menyebabkan jarak pandang menuju titik target tidak memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Selain operasi udara, tim gabungan juga terus melakukan pemadaman dari darat. Upaya yang dilakukan meliputi pembuatan sekat bakar dan pembasahan sisa bara api yang masih dapat dijangkau.

Tim gabungan juga melakukan penanganan di kawasan Pusung Duwur, Dingklik, serta Bukit Kingkong dan Bukit Cinta menggunakan gepyok, mobil tangki, dan pembasahan pada area yang dapat dijangkau.

Berdasarkan pemantauan terakhir, titik api di wilayah Seruni, Bukit Kingkong, Bukit Cinta, dan Pakis Bincil telah dipadamkan. Meski demikian, masih terpantau asap tipis sehingga pemantauan secara intensif tetap dilakukan.

"Untuk wilayah perbatasan Kabupaten Malang, kondisi dilaporkan aman dan tidak ditemukan lagi bara api," kata Purwoto. 

Lebih lanjut, Purwoto menjelaskan, operasi pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Kabut dan kepulan asap menjadi salah satu faktor yang menghambat operasi water bombing karena mengurangi visibilitas menuju titik sasaran.

Selain itu, angin yang cukup kencang dapat membuat api lebih cepat menjalar. Kondisi medan yang terjal juga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api.

Jalur berpasir yang cukup tebal di bagian bawah kawasan turut memperlambat mobilisasi kendaraan menuju lokasi penanganan.

Dalam rencana operasi Jumat (14/8) ini, menurutnya tim akan melakukan pemantauan dan pemetaan titik api. Operasi water bombing juga akan memperhatikan potensi mist atau fog yang dapat memengaruhi jarak pandang serta gusting pada ketinggian 1.000 hingga 4.000 kaki.

Sebagai informasi, hingga saat ini seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo juga masih ditutup untuk kunjungan wisata. Penutupan dilakukan di pintu masuk Cemorolawang Kabupaten Probolinggo, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Pos Jemplang dan Coban Trisula Kabupaten Malang, serta Senduro Kabupaten Lumajang.

Penutupan tersebut telah diberlakukan sejak, Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak TNBTS.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.